Ini Strategi Pemprov DKI Atasi Keluhan Masyarakat dan Antrean Panjang Distribusi Pangan Murah

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkap strategi dalam mengatasi keluhan masyarakat terkait distribusi pangan murah.
Salah satu yang dikeluhkan pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yakni antrean panjang saat hendak membeli pangan murah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Ellyawati mengungkapkan, salah satu strateginya yakni menambah titik distribusi.
"Pada saat sekarang ini kita melakukan penambahan titik distribusi dari 193 menjadi 289," katanya kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).
Ia menambahkan, untuk mencegah antrean panjang, pemegang KJP Plus kini dapat membeli pangan murah secara online.
"Kemudian kita juga membuka secara online. Untuk masyarakat yang sudah bisa menggunakan online, silahkan saja," ujarnya.
"Dan ternyata ini (beli online) mengurangi, (antrean) turun," tambah Elly, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Elly menerangkan, terkait pembelian online ini masyarakat dapat membeli platform atau aplikasi yang sudah disediakan Pasar Jaya.
Sambungnya, aplikasi tersebut oun dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat atau user friendly.
"Jadi ada platform sendiri yang dibuat oleh Pasar Jaya. Saat sekarang ini disempurnakan Diskominfo untuk membuat masyarakat familiar," imbuh Elly.
"Yang gampang lah pokoknya, dengan HP apapun bisa, itu sekarang disempurnakan. Web memang menggunakan Pasar Jaya selaku distributor," lanjutnya.
Dikatakan Elly, melalui aplikasi beli online tersebut, masyarakat dapat langsung membeli pangan murah sesuai keinginan sendiri.
"Nanti kita mendapatkan nomor antrean. Itu pun tergantung kita mau ngambilnya tanggal berapa, jam berapa, gerai dimana. Itu silahkan oleh masyarakat sendiri," tutur Elly.
Selain dengan menerapkan sistem online, lanjut Elly, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk mencairkan program KJP secara bertahap.
"Kalau dulu kan langsung bruk tuh, sekarang kita koordinasi. Misal minggu kedua SD, minggu selanjutnya SMP dan SMA. Ini salah satu upaya supaya tidak terjadi penumpukan," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



