Muncul Fenomena Larang-melarang Menyanyikan Lagu, Vokalis d'Masiv Khawatir Masa Depan Industri Musik Tanah Air

AKURAT JAKARTA - Vokalis grup Band d'Masiv, Rian Ekky Pradipta, menyesalkan fenomena larang-melarang menyanyikan lagu di kalangan seniman yang belakangan merebak di industri musik Tanah Air.
Rian Ekky Pradipta mengatakan fenomena larang-melarang ini berpotensi menjadi kemunduran bagi perkembangan ekosistem musik di Indonesia.
"Saya dan teman-teman @dmasivbandofficial yang lain adalah musisi yang sampai hari ini masih menggantungkan hidup lewat musik. Saya sangat prihatin dengan adanya konflik larang melarang lagu ini," kata Rian Ekky Pradipta di Instagram, Selasa (16/1/2024).
Baca Juga: Rekomendasi 3 Kuliner Bakso di Malang, Cocok Disantap Kala Musim Hujan
Menurut Rian, industri musik Tanah Air masih perlu terus berkembang.
"Ini bukan hanya tentang satu atau dua lagu, tetapi tentang bagaimana kita menghargai karya seni. Saya khawatir, konflik ini bisa menjadi kemunduran bagi perkembangan ekosistem musik di Indonesia. Industri musik kita perlu berkembang, bukan terhambat oleh isu-isu seperti ini," ujar Rian menegaskan.
Rian mengungkap saat ini ada kekhawatiran di kalangan performer dan penyelenggara pertunjukan untuk membawakan lagu Indonesia.
Baca Juga: Semakin Langgeng, Setelah 13 Tahun Berumah Tangga dengan Irwansyah, Zaskia Sungkar Unggah Pesan Manis
"Ini bisa mengurangi keberagaman ekspresi musikal di negara kita. Menurut saya, aturan Collective Management Organizations (CMOs) di Indonesia sudah cukup baik, tetapi ada banyak ruang untuk perbaikan dalam pelaksanaannya," jelas Rian.
Menurut Rian, para musisi, pencipta lagu, dan seluruh stakeholder industri musik di Indonesia perlu bersatu dalam memperbaiki situasi larang-melarang tersebut.
“Saya percaya bahwa kegiatan CMO di Indonesia bisa dilakukan melalui pendekatan teknologi, seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No 56 Tahun 2021 tentang Sistem Informasi Lagu dan/atau Musik (SILM) dan Pusat Data Lagu dan/atau Musik (PDLM). Kita harus mendukung dan mengembangkan sistem ini,” terang Rian.
Baca Juga: Resep Soto Grombyang, Masakan Khas Pemalang yang Menggoyang Lidah dan Seger
“Sebaiknya, semua insan permusikan di Indonesia harus bersatu dan bahu-membahu membangun ekosistem ini, bukan menjadi bertikai dan saling tidak percaya,” tutup Rian.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


