WADUH! Banjir Rob di Jakarta Utara Makin Parah, Pj Gubernur Heru Budi Sebut Permukaan Tanahnya Sudah Turun hingga 1 Meter, Bener Nggak Sih?

AKURAT JAKARTA - Banjir akibat air laut pasang atau banjir rob yang melanda wilayah pesisir Jakarta Utara, kondisinya semakin parah dan sulit dikendalikan.
Banjir rob yang parah tersebut terjadi, menurut Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, karena permukaan tanah di wilayah Jakarta Utara sudah turun hingga 1 meter.
Hal tersebut disampaikan Heru Budi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Utara, pada Kamis (21/3/2024).
“Kalau kita lihat khusus di Jakarta Utara, penurunan muka tanah bisa mencapai antara 70 sentimeter hingga satu meter,” katanya.
Karena itu, Heru Budi menekankan agar pembangunan tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) segera diselesaikan.
Tanggal NCICD tersebut sangat diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan permukaan tanah yang lebih signifikan, sekaligus untuk mengendalikan banjir rob.
“Jadi, sudah tidak mungkin penanganan banjir dilakukan kalau tidak ada NCICD. Memang biayanya cukup besar, tapi kalau kita bersama-sama berkomitmen dengan Pemerintah Pusat, maka bisa dibangun,” jelas Heru Budi.
Dikatakan Heru Budi, permasalahan banjir rob dan penurunan permukaan tanah ini tidak hanya terjadi di Jakarta Utara saja.
Penurunan permukaan tanah juga berpotensi terjadi di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. “Dari Jakarta sampai ke Semarang harus ada tanggul laut,” ungkapnya.
Karena itu, Pemerintah Pusat akan membangun tanggul nasional hingga ke wilayah Semarang, Jawa Tengah, yang juga kerap diterjang banjir rob.
Untuk diketahui, pembangunan NCICD dibagi dalam tiga fase yakni fase A, fase B, dan fase C.
Saat ini, pembangunan tanggul di pesisir Jakarta Utara masih tersisa 20 kilometer lagi. Ditargetkan akan rampung pada tahun 2027.
“Pembangunan tanggul dengan rincian kurang lebih sembilan kilometer merupakan kewenangan pemerintah pusat yang ditargetkan selesai pada 2024," tambah Hendri, Plt Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
"Sedangkan sisanya yang sebelas kilometer lainnya merupakan kewenangan Pemprov DKI yang harus rampung pada 2027," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

