Jakarta

Sejarah Bung Karno Ragu dengan Kapasitas Ali Sadikin, Dibuktikan dengan Kerja Nyata Bangun Kota Jakarta

aditia | 21 April 2024, 16:05 WIB
Sejarah Bung Karno Ragu dengan Kapasitas Ali Sadikin, Dibuktikan dengan Kerja Nyata Bangun Kota Jakarta

AKURAT JAKARTA - Ali Sadikin merupakan salah satu gubernur Jakarta yang ternyata sempat diragukan oleh Bung Karno.

Ternyata dugaan Bung Karno salah, meski dilantik ketika masih berusia 39 tahun, Ali Sadikin membuktikan kapasitasnya.

Segala keterbatasan dilalui Ali Sadikin hingga membuatnya dikenang dalam sejarah sebagai salah satu gubernur Jakarta tersukses.

Sebelum dilantik menjadi gubernur Jakarta, Ali Sadikin ternyata sempat diragukan kapasitasnya oleh Bung Karno.

Baca Juga: Sejarah Singkat Rumah Dinas DKI Jakarta yang akan Direstorasi dengan Anggaran Rp 22 M

Diragukan

Ketika berdiskusi dengan Wakil Perdana Menteri II, Johanes Leimena, Presiden Soekarno mengalami kebuntuan untuk mengisi jabatan gubernur Jakarta.

Dari berbagai nama kandidat diseleksi hingga muncul tiga nama yang semuanya adalah jenderal.

Salah satu namanya adalah Ali Sadikin. Meski demikian, tiga kandidat tersebut sempat ditolak oleh Bung Karno.

Bung Karno memiliki kategori sendiri untuk mengisi kekosongan pemimpin Jakarta. Ia menginginkan orang yang keras, tegas, dan berani.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di H+7 Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Sejarah dan Makna Filosofisnya?

Leimena lantas memberikan solusi dengan mengajukan nama Ali Sadikin. Bung Karno menanggapi, katanya ia adalah orang yang koppig.

Setelah itu, Bung Karno percaya kepada Ali Sadikin untuk membangun Jakarta.

Bung Karno juga percaya jika perwira kelahiran Sumedang, Jawa Barat tersebut akan mampu membangun Jakarta menjadi kota metropolitan dunia.

Susah Payah Bangun Jakarta

Ali Sadikin dilantik sebagai gubernur Jakarta pada 28 April 1966. Ia kemudian dihadapkan dengan permasalahan yang pelik.

Baca Juga: Identik dengan Tradisi Lebaran, Bagaimana Sejarah Ketupat yang Selalu ada Saat Idul Fitri?

Kemerosotan ekonomi yang dialami Indonesia kala itu berdampak signifikan terhadap kondisi Jakarta.

Hampir di segala bidang, Jakarta mengalami krisis, mulai dari perumahan, lapangan kerja, angkutan, usaha, hingga jaringan telepon.

Saat itu, Jakarta berubah menjadi ibu kota negara yang nampak sangat menyedihkan.

Hal ini seperti perpisahan dari Bung Karno untuk Jakarta dengan memberikan hadiah berupa sosok Ali Sadikin.

Baca Juga: Bermula dari Solo, Begini Sejarah Halal Bi Halal Versi Martabak Malabar

Semasa kepemimpinannya, Ali Sadikin gencar melakukan pembangunan sarana dan prasarana bagi masyarakat ibu kota.

Mulai dari menjadikan ikon kota budaya, membangun sarana hiburan, pembangunan jalan raya, transportasi, kesehatan, hingga sarana olahraga.

Beberapa proyek Ali Sadikin yang populer adalah Taman Ismail Marzuki (TIM), kawasan wisata Ancol, Pekan Raya Jakarta (PRJ), Proyek Senen, Taman Ria Monas, hingga Kebun Binatang Ragunan.

Salah satu kinerja yang paling membanggakan bagi Ali Sadikin adalah ketika melakukan pembenahan program Kampung Husni Thamrin.

Baca Juga: Beragam Sejarah Halal Bi Halal, Salah Satu Versinya Bermula dari Pertikaian Politik di awal kemerdekaan Indonesia.

Proyek tersebut adalah merehabilitasi pemukiman kumuh di tengah kota Jakarta.

Ali Sadikin memimpin Jakarta cukup lama, yakni mulai April 1966 hingga 15 Juni 1977.

Selama 11 tahun memimpin Jakarta, Ali Sadikin diakui sebagai gubernur terbaik yang pernah memerintah ibu kota.

Meski dibantu dengan pertumbuhan ekonomi era Orde Baru, kepribadian dan gayanya memberikan kontribusi atas pencapaiannya tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.