Jakarta Tidak Bisa Kendalikan Laju Urbanisasi, Kemendagri: Bagaimana Membatasi Orang Masuk?

AKURAT JAKARTA - Wilayah Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dinilai tidak akan mampu menolak laju urbanisasi.
Meski nantinya status wilayah berubah menjadi DKJ, urbanisasi dinilai tetap tak akan bisa ditolak dan dikendalikan Jakarta.
Hal itu diungkapkan oleh pihak dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kemendagri menilai Jakarta tetap tidak bisa menolak urbanisasi meski Ibu Kota Negara pindah ke Ibu Kota Nasional (IKN).
Baca Juga: Penonaktifan 92.432 NIK Warga Tidak Lagi Berdomisili di Jakarta, Perlu Sosialisasi
"Kadang-kadang kita berpikir bagaimana ya membatasi orang masuk. Padahal, sudah takdir sebuah kota akan dikunjungi ramai orang, itu memang sudah di mana-mana," kata Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro, dikutip dari antaranews.com.
Suhajar mengatakan Jakarta dan kota manapun di seluruh Indonesia harus bisa mengelola urbanisasi.
Mengingat pengelolaan di Indonesia belum maksimal dan dampaknya terlihat pada perekonomian nasional.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 50 persen lebih penduduk Indonesia menetap di wilayah perkotaan.
Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2035 mendatang.
Prediksinya adalah akan berkembang menjadi 66 persen total penduduk yang menetap di perkotaan.
Salah satu alasan mengapa banyak orang yang pindah dan menetap di wilayah perkotaan salah satunya adalah kesempatan kerja.
Selain itu, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, aksesibilitas, teknologi, sosial, dan gaya hidup jadi beberapa faktor lainnya.
Laju urbanisasi ini selalu terjadi di hampir setiap kota besar di seluruh dunia.
Akan tetapi, pengelolaan di Indonesia dinilai belum memberikan dampak positif di bidang perekonomian domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






