4 Kuliner Khas Betawi yang Lahir dari Pengaruh Budaya Eropa

AKURAT JAKARTA - Kuliner Betawi tidak hanya kaya rempah dan cita rasa, tetapi juga menyimpan kisah panjang pertemuan budaya dari berbagai bangsa.
Pengaruh bangsa Eropa pada masa kolonial turut membentuk sejumlah makanan khas Betawi yang masih mudah ditemukan hingga sekarang.
Perpaduan bahan, teknik memasak, dan kebiasaan makan dari Eropa melahirkan sajian unik dengan karakter khas Betawi.
Berikut empat kuliner Betawi yang menunjukkan hasil akulturasi budaya Eropa dengan tradisi kuliner masyarakat lokal.
1. Roti Gambang
Roti Gambang menjadi salah satu bukti perpaduan budaya Betawi dan Belanda yang masih bertahan hingga saat ini.
Kudapan ini berawal dari adaptasi roti sarapan Belanda bernama ontbijtkoek yang populer pada masa kolonial.
Masyarakat Betawi kemudian menyesuaikan bahan bakunya dengan kondisi lokal sehingga tercipta cita rasa yang berbeda.
Gula merah digunakan untuk memberikan rasa manis khas yang lebih dekat dengan selera masyarakat Nusantara.
Bentuknya yang memanjang menyerupai bilah alat musik gambang membuat roti ini dikenal dengan nama Roti Gambang.
Aroma kayu manis yang khas menjadikan kudapan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner tradisional.
2. Semprong
Semprong merupakan camilan renyah yang dipercaya mendapat pengaruh dari kudapan Eropa yang dibawa para pendatang.
Kue ini memiliki bentuk tipis dan digulung sehingga sekilas mengingatkan pada kue khas beberapa negara Eropa.
Masyarakat Betawi kemudian menambahkan tepung beras dan santan untuk menghasilkan cita rasa yang lebih lokal.
Baca Juga: Liburan Aman: Ajarkan Anak 3 Cara Bertindak Saat Terpisah di Keramaian
=====
Perpaduan tekstur renyah dan aroma santan membuat Semprong tetap menjadi camilan favorit berbagai kalangan.
Kudapan ini sering hadir saat perayaan keluarga maupun hari besar sebagai teman minum teh dan kopi.
Keberadaannya menunjukkan bagaimana budaya luar dapat diterima dan diolah menjadi identitas kuliner daerah.
3. Kue Leker
Kue Leker dikenal sebagai jajanan manis yang memiliki hubungan erat dengan budaya kuliner Eropa pada masa kolonial.
Nama leker berasal dari kata Belanda "lekker" yang memiliki arti enak atau lezat dalam bahasa Indonesia.
Bentuknya yang tipis dan pipih menunjukkan kemiripan dengan crepes yang populer di berbagai negara Eropa.
Masyarakat Betawi kemudian mengembangkan variasi rasa yang sesuai dengan bahan dan selera masyarakat setempat.
Tekstur yang renyah di bagian tepi menjadi salah satu ciri khas yang disukai banyak penikmat kuliner.
Hingga kini Kue Leker masih mudah ditemukan sebagai jajanan sederhana yang akrab dengan berbagai generasi.
4. Kerak Telor
Kerak Telor menjadi ikon kuliner Betawi yang lahir dari kreativitas masyarakat pada masa kolonial VOC.
Makanan ini sering disebut sebagai hasil adaptasi omelet Eropa yang kemudian mengalami banyak perubahan.
Beras ketan digunakan sebagai pengganti bahan tertentu sehingga menghasilkan tekstur yang lebih mengenyangkan.
Taburan kelapa sangrai dan bumbu pilihan memberikan aroma khas yang sangat berbeda dari omelet biasa.
=====
Proses memasaknya yang unik di atas tungku juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.
Kerak Telor kini menjadi salah satu sajian yang paling dicari saat mengunjungi berbagai festival budaya Betawi.
Keempat kuliner tersebut membuktikan bahwa pertemuan budaya dapat melahirkan warisan rasa yang tetap bertahan hingga sekarang.
Melalui sentuhan kreativitas masyarakat Betawi, pengaruh Eropa berubah menjadi identitas kuliner yang khas dan membanggakan.
Menjelajahi kuliner Betawi bukan hanya menikmati makanan lezat, tetapi juga menyusuri sejarah panjang akulturasi budaya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 8Prediksi Skor Paderborn vs Stuttgart di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Home Deluxe Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






