Waspada! Gejala Mata Kering pada Anak karena Seing Nonton Gadget, Terasa Seperti Ada Pasir hingga Mata Berair

AKURAT JAKARTA - Menatap layar (Screentime) pada anak dalam waktu yang terlalu lama bisa menyebabkan mata anak menjadi kering.
Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics Niluh Archi dalam gelar wicara untuk memperingati Bulan Kesadaran Mata Kering.
Menurut dokter Niluh Archi, mata anak saat menatap layar itu memiliki frekuensi berkedip yang berkurang sehingga sangat rentan menyebabkan mata menjadi kering.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Dalam Kota Jakarta Melibatkan Dua Kendaraan, Satu Orang Tewas
"Kondisi ini dapat meningkatkan kekeringan permukaan mata, yang seiring waktu berpotensi memulai siklus mata kering," kata dokter Niluh Archi seperti dikutip dari Antara.
Mata kering merupakan sebuah kelainan multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan hilangnya keseimbangan komponen air mata, ketidakstabilan air mata, peningkatan kekentalan atau osmolaritas air mata, dan kerusakan atau peradangan pada permukaan mata.
Biasanya mata kering ini akan terasa tidak nyaman seperti mengganjal pada mata, mata sering merah, berair, dan terasa kering, mata terasa berpasir, munculnya kotoran pada mata, mata terasa lengket hingga sering muncul keinginan untuk mengucek mata.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo 30 Juli 2024, Jangan Ragu Membuat Pergerakan Karier yang Progresif
"Meskipun tidak ada perbedaan mata kering berdasarkan usia, tetapi proses anamnesis pada pasien anak lebih sulit ketimbang pasien dewasa. Anak seringkali belum bisa mendeskripsikan keluhan yang dirasakan secara verbal. Ini yang menjadi tantangan," dokter Niluh Archi menjelaskan.
"Di sini kepekaan orang tua sangatlah krusial. Orang tua harus tanggap dan kritis jika mendapati anak mulai menunjukkan gejala-gejala mata kering, termasuk segera memeriksakan ke dokter mata," katanya.
Menurut dokter Niluh Archi orang tua berperan penting dalam membatasi anak saat menatap layar.
Disisi lain Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan orang tua melarang anak usia di bawah satu tahun menatap layar dan juga membatasi waktu layar anak usia satu sampai tiga tahun maksimal satu jam dengan beberapa catatan.
Anak usia satu sampai dua tahun menurut IDAI sebaiknya hanya boleh menatap layar saat berkomunikasi melalui panggilan video.
IDAI juga merekomendasikan batasan waktu menatap layar maksimal satu jam per hari bagi anak usia tiga sampai enam tahun, maksimal 90 menit per hari untuk anak usia enam sampai 12 tahun, dan tidak lebih dari dua jam per hari bagi anak usia 12 sampai 18 tahun. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


