Jakarta

Gerhana Bulan 7–8 September 2025, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

Zainal Abidin | 6 September 2025, 16:15 WIB
Gerhana Bulan 7–8 September 2025, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

AKURAT JAKARTA - Gerhana bulan total 7–8 September 2025 diperkirakan akan menjadi salah satu fenomena langit yang paling ditunggu masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data astronomi, peristiwa langka ini bisa kamu saksikan dari seluruh wilayah tanah air dengan durasi yang cukup panjang.

Tidak hanya indah dipandang, gerhana bulan juga memiliki nilai spiritual mendalam bagi umat Islam.

Baca Juga: Buruan Datang! JF3 Food Festival 2025 Suguhkan Kuliner, Musik, dan Promo Seru

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengimbau umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan salat gerhana bulan atau Salat Khusuf.

Abu Rokhmad menegaskan bahwa salat sunnah ini bisa dilaksanakan secara berjemaah di masjid maupun musala.

Menurutnya, gerhana bukan hanya fenomena alam biasa, tetapi juga momentum bagi kamu untuk memperbanyak ibadah, berzikir, serta berdoa bersama.

Baca Juga: Santai di Tengah Hiruk Pikuk, Rooftop Café Jadi Pelarian Warga Jakarta

Fenomena ini akan dimulai dengan fase sebagian pada Minggu malam pukul 23.27 WIB (00.27 WITA dan 01.27 WIT).

Fase total pertama diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.31 WIB (01.31 WITA dan 02.31 WIT), dengan puncaknya berlangsung pada pukul 01.11 WIB (02.11 WITA dan 03.11 WIT).

Setelah itu, gerhana berlanjut hingga fase akhir total pada pukul 01.52 WIB (02.52 WITA dan 03.52 WIT), dan seluruh rangkaian selesai sekitar pukul 02.56 WIB (03.56 WITA dan 04.56 WIT).

Baca Juga: 3 Tempat Wisata Dekat Rumah Ahmad Sahroni, Tanjung Priok Ternyata Punya Banyak Pilihan

Abu Rokhmad berharap masyarakat tidak hanya menyaksikan keindahan gerhana bulan, tetapi juga menjadikannya sebagai refleksi spiritual.

Menurutnya, peristiwa ini adalah kesempatan untuk mempererat ukhuwah serta mendoakan keselamatan bangsa.

Dengan begitu, fenomena langit yang memukau ini akan memberi makna lebih mendalam, bukan hanya sekadar tontonan alam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.