Jakarta

5 Kebiasaan yang Diam-Diam Memicu Overthinking dan Cara Menghindarinya

Zainal Abidin | 14 November 2025, 18:30 WIB
5 Kebiasaan yang Diam-Diam Memicu Overthinking dan Cara Menghindarinya

AKURAT JAKARTA - Overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan kerap membuat seseorang sulit fokus, mudah cemas, dan bahkan kehilangan semangat menjalani hari.

Meski terdengar sepele, overthinking bisa berdampak serius pada kesehatan mental jika dibiarkan berlarut-larut.

Menurut sejumlah psikolog, pola pikir yang terlalu fokus pada “apa yang salah” membuat otak bekerja tanpa henti, padahal sebagian besar hal yang dikhawatirkan belum tentu terjadi.

Baca Juga: 7 Sayuran Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Cegah Diabetes, Ada yang Rasanya Pahit!

Kondisi ini mendorong para ahli untuk mengingatkan bahwa kamu perlu berhati-hati terhadap beberapa kebiasaan yang sering kali tidak disadari menjadi pemicu overthinking.

Tanpa kendali, kebiasaan kecil tersebut dapat berubah menjadi siklus yang membuat pikiran semakin sesak dan sulit keluar dari pola yang sama.

1. Jangan Menganalisis Semua Hal Terlalu Dalam

Overthinker sering kali merasa perlu memahami setiap detail dan kemungkinan dari suatu situasi.

Baca Juga: 12 Musisi Top Tanah Air Siap Meriahkan Sounderful Music 2025 di ICE BSD Tangerang Jelang Akhir Tahun, Berikut Jadwal dan Daftar Penampilnya!

Padahal, tidak semua hal butuh jawaban atau alasan.

Cobalah untuk berhenti setelah berpikir dua kali; lebih dari itu hanya akan menambah beban pikiran.

Fokuslah pada apa yang bisa kamu kendalikan, bukan pada hal yang berada di luar kendali.

Baca Juga: Festival Ethno Groove Devanilaya di Pantai Kartini Jepara Akhir Pekan Ini, Menampilkan Musik Etnik dari 7 Daerah di Jateng, Gratis!

2. Hindari Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial sering jadi pemicu overthinking.

Melihat pencapaian orang lain dapat menimbulkan rasa kurang dan gagal.

Baca Juga: Rayakan 30 Tahun Berkarya, Opick Gelar Tour Konser di Bawah LangitMU, Gandeng Wali, Vierratale hingga D’Masiv, Cek Tempat dan Tanggalnya!

Ingat, setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing.

Bandingkan dirimu dengan dirimu sendiri di masa lalu, bukan dengan kehidupan orang lain di dunia maya.

3. Jangan Terjebak pada Masa Lalu

Baca Juga: Cara Jitu Bikin Liburan Singkat Jadi Seru dan Penuh Kenangan

Salah satu pemicu utama overthinking adalah rasa bersalah atau penyesalan terhadap masa lalu.

Daripada terus memikirkan hal yang tak bisa diubah, alihkan energi untuk memperbaiki diri dan menatap ke depan.

Masa lalu seharusnya menjadi pelajaran, bukan penjara pikiran.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Film Terbaru yang Tayang di Bioskop Pekan Ini, dari The First Ride hingga Dopamin

4. Hindari Lingkungan yang Terlalu Negatif

Lingkungan yang penuh kritik, drama, atau energi negatif dapat memperparah overthinking.

Jika memungkinkan, kurangi interaksi dengan orang yang selalu membuatmu merasa tidak cukup baik.

Baca Juga: Penggemar ONE OK ROCK Bersiaplah! Penjualan Tiket Konser di Jakarta Dimulai 4 Desember, Segini Harganya

Pilih lingkungan yang mendukung dan memberi semangat positif.

5. Jangan Menunda Waktu Istirahat dan Relaksasi

Overthinker cenderung memforsir diri untuk terus berpikir, bahkan ketika tubuh sudah lelah.

Baca Juga: Cibugary Farm, Wisata Peternakan Sapi Perah di Jakarta Timur yang Banyak Orang Belum Tahu

Padahal, otak juga butuh waktu untuk beristirahat.

Cobalah meditasi, berjalan santai, atau melakukan hal-hal yang kamu sukai.

Tidur cukup dan menjaga rutinitas sehat bisa membantu menenangkan pikiran.

Baca Juga: Waspada! Inilah 8 Kebiasaan Harian yang Diam-Diam Memicu Diabetes

Dengan memahami kebiasaan-kebiasaan yang wajib kamu hindari, kamu bisa mulai mengambil langkah kecil untuk keluar dari pola overthinking.

Mengatur pikiran bukan proses yang instan, tetapi perubahan kecil setiap hari akan memberi dampak besar bagi kesehatan mentalmu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.