Jakarta

Bahaya Tersembunyi di Balik Dengkuran Malam, Sleep Apnea Mengintai

Zainal Abidin | 21 November 2025, 22:00 WIB
Bahaya Tersembunyi di Balik Dengkuran Malam, Sleep Apnea Mengintai

AKURAT JAKARTA - Mendengkur ternyata bukan sekadar kebiasaan kecil saat tidur.

Mendengkur juga sering kamu anggap sepele padahal bisa berhubungan dengan kondisi medis serius.

Mendengkur bahkan disebut sebagai salah satu sinyal awal sleep apnea, sebuah gangguan tidur yang dapat memengaruhi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Baca Juga: WAF, Festival Angklung Terbesar 2025 Siap Guncang Jakarta dengan Kolaborasi Budaya Unik

Banyak orang tidak sadar bahwa dengkuran rutin bisa menurunkan kualitas tidur dan memicu masalah kesehatan yang lebih besar.

Kamu mungkin mengira itu hanya suara gangguan biasa, tetapi tubuh kamu bisa sedang mengirimkan alarm penting.

Itulah sebabnya memahami penyebab dan gejalanya menjadi langkah krusial untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Baca Juga: Terbongkar! 5 Olahraga Rahasia yang Bikin Kamu Awet Muda

Dikutip dari Healthline pada Sabtu (21/11/2024), mendengkur yang terjadi terus-menerus atau disertai sesak napas saat tidur dapat menjadi tanda adanya sleep apnea.

Kondisi ini tidak otomatis berarti gagal jantung, tetapi bisa berkaitan dengan jenis sleep apnea tertentu—terutama Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Sleep apnea sendiri terdiri dari dua jenis utama.

Baca Juga: Bukan Cuma Manis, Simak Alasan Mengapa Buah Mangga Layak Disebut Raja Buah Berikut Ini

Pertama, OSA yang terjadi karena saluran napas tersumbat saat tidur.

Kedua, Central Sleep Apnea yang muncul karena otak berhenti mengirim sinyal ke otot pernapasan.

Keduanya menyebabkan napas terhenti selama beberapa detik hingga berulang 20–30 kali per jam.

Baca Juga: Tips Ampuh Hadapi Bau Badan Saat Cuaca Terik, Simpel Tapi Manjur!

Setiap kali tubuh berhenti bernapas, kadar oksigen turun dan otak memaksa kamu untuk terbangun tanpa kamu sadari.

Ketika proses mikro-terbangun itu terjadi ratusan kali dalam semalam, bukan hanya tidurmu yang terganggu, tetapi juga sistem kardiovaskular.

Tubuh memproduksi adrenalin dan kortisol yang menyebabkan tekanan darah meningkat serta membuat jantung bekerja lebih keras.

Baca Juga: Bukan Soal Kursi dan Sabuk Pengaman, Ini Kebiasaan yang Wajib Kamu Ikuti Saat Naik Pesawat

Efek jangka panjangnya dapat berupa hipertensi, serangan jantung, dan risiko gagal jantung.

Mendengkur sesekali bukan masalah besar, tetapi kamu perlu waspada jika:

  1. Dengkuran muncul hampir setiap malam.

  2. Pasanganmu mengatakan kamu sempat berhenti bernapas saat tidur.

  3. Kamu bangun dengan rasa lelah, sakit kepala, atau tenggorokan kering.

Baca Juga: Jazz Jesica 2025 Kembali Hadir di Yogyakarta Akhir Pekan ini, Tampilkan PSALMIST hingga Delima, Gratis!

Jika kamu merasakan tanda-tanda ini, pemeriksaan medis diperlukan.

Dokter umum atau spesialis tidur biasanya menyarankan tes seperti CT Scan, ekokardiogram, tes stres jantung, atau polysomnography untuk memantau pola tidur dan pernapasanmu.

Tes tersebut juga dapat membedakan apakah kamu mengalami sleep apnea atau gangguan lain seperti restless leg syndrome dan narkolepsi.

Baca Juga: South Side Jam Vol.5 Gelar Stages of Joy Bersama The Lantis di Kopikina Cikini, Cek Tanggal dan Harga Tiketnya!

Mengingat mendengkur bisa menjadi tanda awal obstructive sleep apnea maupun central sleep apnea, kamu sebaiknya tidak mengabaikan gejala yang muncul.

Pemeriksaan lebih awal memudahkan perawatan dan dapat mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Jadi, jika kamu atau pasangan sering mendengkur keras, langkah terbaik adalah segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.