Jakarta

Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais

Ainun Kusumaningrum | 22 Desember 2025, 12:49 WIB
Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais

AKURAT JAKARTA – Sejarah militer Indonesia yang dramatis kembali diangkat ke layar lebar melalui film berjudul TIMUR.

Film yang tayang serentak di bioskop tanah air pada Kamis (18/12/2025) ini mencoba memotret ulang Operasi Mapenduma, sebuah misi penyelamatan sandera di pedalaman Papua yang sempat menyita perhatian dunia pada tahun 1996.

Di bawah bendera Uwais Pictures, aktor laga internasional Iko Uwais tidak hanya menduduki kursi pemeran utama, tetapi juga memulai debutnya sebagai sutradara.

Baca Juga: Banyak Disangka Comfort Food, Makanan Ini Ternyata Musuh Saat Flu

Iko mengolah peristiwa nyata penyelamatan 26 anggota Tim Ekspedisi Lorentz 95 oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi sebuah drama aksi yang menekankan pada sisi loyalitas dan kemanusiaan.

Simbol Persatuan Operasi Mapenduma memiliki catatan khusus dalam sejarah militer Indonesia. Kala itu, misi ekstrem di medan berat Papua dipimpin langsung oleh Danjen Kopassus, Brigjen Prabowo Subianto.

Keberhasilan misi tersebut hingga kini dikenang sebagai salah satu operasi penyelamatan sandera paling presisi di dunia.

Baca Juga: Gebrakan Baru! Toyota Avanza 2025 Resmi Meluncur: Modern, Stylish, dan Hemat Bahan Bakar

Melalui film ini, Iko Uwais berharap penonton tidak hanya terpukau oleh koreografi laga, tetapi juga memahami nilai pengabdian di balik seragam prajurit.

Dia menegaskan pentingnya generasi muda mengenal warisan sejarah ini sebagai simbol persatuan bangsa.

"Operasi Mapenduma adalah warisan nasional yang patut dipahami, dikenang, dan dibanggakan, khususnya oleh generasi muda Indonesia ke depan, sebagai simbol keberanian, pengabdian, dan persatuan," ujar Iko Uwais di Jakarta, Rabu (17/12).

Bahasa Sinema Universal Meskipun berangkat dari peristiwa militer yang sensitif, TIMUR diklaim tetap mengedepankan pendekatan yang beretika.

Film ini berupaya menjauhkan diri dari sentimen suku, agama, maupun latar sosial tertentu, guna menonjolkan nilai kemanusiaan yang lebih universal.

Iko berharap karya perdananya ini mampu menjadi jembatan bagi film Indonesia untuk berbicara di kancah global melalui narasi sejarah yang kuat.

"Melalui TIMUR, Uwais Pictures berharap dapat mempersembahkan sebuah karya film Indonesia untuk dunia—sebuah cerita yang bukan hanya menghibur secara visual, tetapi juga membangun pemahaman dan kebanggaan terhadap sejarah besar bangsa sendiri," tambahnya.

Hadirnya TIMUR di pengujung tahun 2025 seolah menjadi pengingat tentang rumitnya upaya menjaga kedaulatan, yang dibalut dalam estetika visual khas Iko Uwais yang telah diakui dunia. (*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.