Jakarta

6 Stasiun Televisi Indonesia yang Pernah Tayangkan Anime Saint Seiya, Tontonan Masa Kecil Generasi 80-90an

Ani Nur Iqrimah | 5 Februari 2024, 20:13 WIB
6 Stasiun Televisi Indonesia yang Pernah Tayangkan Anime Saint Seiya, Tontonan Masa Kecil Generasi 80-90an

AKURAT.CO Anime Saint Seiya adalah tayangan kartun atau animasi yang diadaptasi dari manga berjudul sama yang ditulis dan diilustrasikan oleh Masami Kurumada.

Anime ini pertama kali dirilis pada tahun 1986 dan disutradarai oleh Kōzō Morishita.

Anime Saint Seiya diproduksi oleh Toei Animation dan pertama kali disiarkan di TV Asahi, Jepang pada tanggal 11 Oktober 1986.

Baca Juga: Sosok dan Kekuatan Thanatos di Manga Saint Seiya, Tak Perlu Kontak Fisik saat Kalahkan Lawan

Sejak saat itu, Saint Seiya kemudian menjadi anime yang sangat populer di Jepang dan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Akibat kepopuleran Saint Seiya di dunia, anime ini pun telah dinobatkan sebagai salah satu karya klasik dalam genre shounen.

Di Indonesia, anime Saint Seiya ternyata sudah beberapa kali disiarkan oleh stasiun televisi di Tanah Air sejak tahu 1987.

Baca Juga: Pesta Bebas Berselancar 2024: Festival Musik Lintas Genre di Bogor, Ada Feel Koplo hingga Hindia, Catat Tanggalnya!

Lalu stasiun televisi apa saja yang pernah menayangkan anime Saint Seiya yang menjadi tontonan masa kecil para generasi 80-90an?

Berikut ini 6 stasiun televisi Indonesia yang pernah menayangkan anime Saint Seiya :

TVRI

Baca Juga: Usai Nobar Debat Capres, Bang Zaki: Prabowo-Gibran Siap Implementasikan Program-program yang Jadi Solusi untuk Indonesia Maju

TVRI ternyata menjadi stasiun televisi pertama yang menyiarkan tayangan anime Saint Seiya di Indonesia.

TVRI adalah saluran televisi publik nasional utama yang dimiliki oleh LPP Televisi Republik Indonesia.

Saint Seiya pertama kali disiarkan oleh stasiun televisi TVRI pada tahun 1987-1991.

Baca Juga: Alur Kisah Saint Seiya yang Mengenaskan dalam Heaven Chapter Overture (2004), Korban Rencana Busuk Artemis Demi Bisa Menjadi Penguasa Bumi

RCTI

RCTI menjadi stasiun televisi kedua yang menayangkan anime Saint Seiya di Indonesia.

RCTI turut menayangkan anime Saint Seiya untuk pecinta anime di Indonesia pada Mei 1994 dan berakhir pada Juli 1995.

Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup yang bisa Diambil dari Serial Saint Seiya, Salah Satunya Tentang Persahabatan

RCTI adalah salah satu jaringan televisi swasta di Indonesia yang dimiliki oleh Media Nusantara Citra (MNC).

RCTI sendiri merupakan stasiun televisi swasta pertama di Indonesia.

Indosiar

Baca Juga: Minta Doa untuk Kesehatan Putrinya yang Baru Lahir, Denny Caknan: Bismillah Beberapa Hari ke Depan Sampun Teng Pelukane Mamah

Indosiar menjadi stasiun televisi ketiga yang menayangkan anime Saint Seiya di layar kaca.

Berjarak lima tahun dari penayangan terakhir Saint Seiya di Indonesia, Indosiar kemudian menayangkan anime tersebut pada tanggal 22 Oktober 2001 hingga 30 Oktober 2002.

Indosiar sendiri merupakan salah satu jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang beroperasi sejak 1995.

Baca Juga: Serial Live-action One Piece Sesi Dua Sebentar Lagi Masuk Proses Syuting, Aktor-Aktor Bajak Laut Topi Jerami Kebelet Pergi ke Afrika Selatan

TV7

TV7 yang kini bernama Trans7 menjadi stasiun televisi keempat yang menayangkan anime Saint Seiya di Tanah Air.

TV7 menayangkan ulang Saint Seiya pada tangal 9 Oktober 2005 dan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2006.

Baca Juga: Sebab Terjadinya Pertarungan Sengit Saint Seiya dengan Saint Dewa dalam The Heated Battle of the Gods

TV7 yang kini Trans7 adalah jaringan televisi swasta Indonesia yang melakukan siaran perdananya secara terestrial di Jakarta pada 25 November 2001.

Pada tanggal 4 Agustus 2006, Trans Corp menjajaki kerja sama strategis dengan Kompas Gramedia untuk mengakuisisi saham TV7 dan melakukan relaunch (peluncuran ulang) pada tanggal 15 Desember 2006 menggunakan nama baru, menjadi Trans7.

Spacetoon

Baca Juga: 7 Judul Seri Anime Saint Seiya yang Nggak Boleh Kelewatan untuk Ditonton, Ada yang Diproduksi Netflix

Saint Seiya kemudian juga ditayangkan ulang di Spacetoon yang menjadi stasiun televisi kelima yang menyiarkan anime tersebut di Indonesia.

Spacetoon menyiarkan Saint Seiya di layar kaca pada tanggal 10 Juli 2013.

Spacetoon yang juga dikenal sebagai TV Anak Spacetoon adalah sebuah saluran televisi swasta di Indonesia yang mengutamakan target pemirsa anak-anak.

Baca Juga: Denny Caknan dan Bella Bonita Dikaruniai Bayi Perempuan, Deretan Penyanyi Dangdut Campur Sari Ucapkan Selamat, Kompak!

Stasiun televisi ini memegang lisensi dari Spacetoon International, sebuah stasiun televisi di Dubai, Uni Emirat Arab.

Mulai mengudara sejak Februari 2005, TV Anak Spacetoon baru bersiaran resmi pada 24 Maret 2005, dengan cakupan saat itu terbatas di Jabodetabek.

Namun, sayangnya umur TV Anak Spacetoon hanya bertahan selama 8 tahun.

Baca Juga: Truk Uang Fazz Agen Hadir di Bogor, Usung Kampanye Penggandaan Uang #FazzKasih2Ribu

Hingga akhirnya tepat pada tanggal 18 Mei 2013, siaran Spacetoon di jaringan terrestrial menghilang dan resmi digantikan dengan NET

RTV

RTV atau Rajawali Televisi menjadi stasiun televisi keenam dan terakhir yang menyiarkan anime Saint Seiya.

Baca Juga: Saint Seiya, Misi Penyelamatan Jiwa Athena dalam Serial Evil Goddess Eris

Sejak tanggal, 1 Desember 2018 jam Saint Seiya ditayangkan ulang RTV dengan serial Saint Seiya: Omega yang juga dikenal dengan judul Ksatria Zodiak.

RTV singkatan dari Rajawali Televisi adalah sebuah jaringan televisi umum nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Rajawali Corpora.

Resmi mengudara pada tanggal 1 November 2009 di Jakarta dengan nama B-Channel, pada tanggal 3 Mei 2014, namanya berganti menjadi RTV.

Baca Juga: 7 Pesan Tersembunyi dari Anime Attack On Titan, Bisa Jadi Pelajaran Hidup

Saat ini, program RTV lebih difokuskan pada acara hiburan, terutama untuk anak-anak dan keluarga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.