Asal-usul Samarinda, Kota Pertama Tujuan Konser Sheila on 7, Berstatus Ibu Kota Provinsi sejak 1957

AKURAT JAKARTA - Grup band papan atas, Sheila on 7, akan menggelar konser di lima kota besar di Indonesia, termasuk Samarinda.
Rangkaian konser Sheila on 7 akan digelar mulai Juli sampai September 2024.
Samarinda menjadi kota pertama yang menjadi tempat Sheila on 7 menggelar konser bertajuk Tunggu Aku Di pada 27 Juli 2024.
Baca Juga: Inilah 6 Rekomendasi Sarung Wadimor Terbaik Beserta Harganya, Adem dan Nyaman Dikenakan
Samarinda merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur yang sangat kaya akan sumber daya alam di sektor sektor perkayuan, minyak dan gas bumi.
Letak geografis Samarinda berada di sepanjang Sungai Mahakam yang melebar ke daratan sepanjang 10 sarnpai 16 kilometer, sehingga menjadikan kota ini sangat strategis di Kalimantan Timur.
Dikutip dari Sejarah Kota Samarinda karya Moh. Nur Ars dan kawan-kawan (1986), Samarinda bertumbuh dari tiga kampung dari Suku Kutai Puak Melanti, yaitu, Kampung Mangkupalas, Karamumus, dan Karang Asam.
Baca Juga: Susul Suami Sandra Dewi, Kejagung Jebloskan Lagi 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi Timah ke Tahanan
Dulu, tiga kampung ini berada di bawah Kelurahan Ulu Dusun di Kutai Lama yang dipimpin Ngabehi Ulu.
Sejak abad ke-14 tiga kampung itu mendapat pengaruh yang sangat kuat dari Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan.
Namun, pengaruh dari Makassar itu berkurang setelah Perjanjian Bungaya 1667 akibat kekalahan Kerajaan Makassar dari Belanda.
Baca Juga: Hari Ini 87 Tahun Lalu, Aktivis di Italia, Antonio Gramsci, Meninggal di Penjara akibat Pendarahan Otak, Siapa Dia?
Satu tahun kemudian, tepatnya 1668, orang Bugis dari Sulawesi Selatan mulai bermukim di Kutai.
Lalu, pada awal abad ke-18, datang orang-orang Bugis Wajo di bawah pimpinan La Mohang Daeng Mangkona juga bermigrasi ke Kutai.
Mereka merupakan pengikut La Maddukelleng putra Arung Paneki dari daerah Wajo.
Baca Juga: Terungkap, Fakta Anggota Satlantas Polresta Manado Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Mampang
Mereka menghadap Raja Kutai Lama, Ali Pangeran Dipati Anom Panji Mendapa Ing Martapura, dan mohon izin berdiam di wilayah Kerajaan Kutai.
Raja pun memberi izin mereka berdiam di Kutai, tapi di antara dua dataran rendah sekitar Sungai Mahakam.
Orang-orang Wajo menemukan tempat itu dan menamakannya Samarinda, yang diambil dari dua kata, 'sama' dan 'rendah'.
Baca Juga: Mondok di Lido selama 3 Bulan, Chandrika Chika Jalani Rehabilitasi Narkoba
Sebelas tahun sesudah proklamasi kemerdekaan, yaitu Januari 1957, Kalimantan Timur memperoleh status provinsi dan Samarinda terpilih menjadi ibu kota*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

