Jakarta

Perjalanan Karier Anita Jacoba Gah, dari Pengajar Paduan Suara jadi Anggota DPR

Yudi Permana | 7 Juni 2024, 09:39 WIB
Perjalanan Karier Anita Jacoba Gah, dari Pengajar Paduan Suara jadi Anggota DPR

AKURAT JAKARTA-Sosok anggota DPR Anita Jacoba Gah tengah menjadi sorotan karena sikap kritis dan beraninya saat rapat dengan Kemendikbudristek, Kamis (6/6/2024).

Anita Jacoba begitu emosional melihat masalah-masalah pendidikan yang mengemuka belakangan ini. Mendikbudristek Nadiem Makarim yang hadir dalam rapat pun dibuat terdiam dengan suara lantang anggota DPR Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Nadiem Makarim bahkan hanya tertunduk saat anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba marah-marah. Nadiem tampak menunduk dan tidak menatap Anita.

Banyak yang tak menyangka sosok yang kini duduk di Komisi X DPR RI mengawali kariernya bukan sebagai politisi.

Ia mengawali kariernya justru sebagai pengajar paduan suara. Seperti apa perjalanan anggota dari Dapil Nusa Tenggara Timur II ini?

Dikutip dari drp.go.id, Anita mengawali karier sebagai pengajar di Paduan Suara Wanita di OPIB Effatha.

Ia juga menjadi pengajar di Persekutuan Taruna di OPIB Effatha. Anita juga tercatat sebagai pengurus Gerakan Pemuda di OPIB Effath.

Baca Juga: Tinggalkan Dunia Hiburan, 5 Seleb Ini Jalani Tugas Sebagai Istri Abdi Negara

Kecintaan pada musik membuat Anita meneruskan karier sebagai pengajar musik dan vokal di Sanggar Ananda Jakarta.

Pada 2004-2009, Anita terpilih sebagai anggota DPR.

Latar belakang pendidikan Anita Jacoba

Sedangkan latar belakang pendidikan Anita Jacoba adalah sebagai berikut:

-1981-1988: SD Negeri I Bonipol
-1988-1991: SMP Negeri 1 Kupang
-1991-1994: SMU Negeri 46
-1994-1997: Musik Gereja , DIII STT Jakarta, Tahun
-2005-2008: Ekonomi, STIENI Jakarta

Perhatian ke dunia pendidikan

Sebagai anggota Komisi X, Anita Jaco Bah memang sangat perhatian ke dunia pendidikan.

Salah satunya adalah saat menyoroti terkait program penguatan sarana dan prasarana untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan di sekolah-sekolah Kristen.

Menurut Anita, sejauh ini perpustakaan di sekolah-sekolah Kristen belum mendapatkan bantuan yang cukup dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Padahal, menurutnya, di daerah masih banyak perpustakaan sekolah-sekolah Kristen yang sangat membutuhkan bantuan.

"Tetapi ada juga sekolah-sekolah Kristen yang sangat membutuhkan bantuan perpustakaan-perpustakaan," kata Anita dalam RDP Komisi X DPR RI dengan Plt. Kepala Perpusnas di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6/2024).

"Bagaimana dengan sekolah Kristen? Apakah tidak perlu dibantu? Apakah tidak perlu diperhatikan?”

Anita menilai sejauh ini bantuan penguatan sarana dan prasarana untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan untuk sekolah Kristen sangat minim dibandingkan dengan bantuan pengembangan perpustakaan madrasah dan perguruan tinggi, yang jumlahnya sebanyak 111 perpustakaan selama tahun 2024.

"Bagaimana dengan sekolah Kristen? Apakah tidak perlu dibantu? Apakah tidak perlu diperhatikan? Jadi saya minta kalau bicara soal anggaran negara harusnya berpegang pada keadilan sosial," kata legislator Dapil NTT II ini.

Baca Juga: Sama Seperti Soju, Ini 7 Minuman Beralkohol Tradisional Asli Indonesia: Nomor 1 Paling Populer

Dalam rapat ini, Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga meminta Plt. Perpusnas E. Aminudin Aziz untuk juga memperhatikan banyaknya masalah perpustakaan sekolah yang dihadapi di daerah 3T.

”Capaian program prioritas, ada pengembangan perpustakaan umum dan khusus yang mendapatkan 1.228 perpustakaan yang mendapatkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Yang ingin saya tanyakan, nanti siapkan saja data untuk daerah 3T, tersebar dimana saja dan berapa persen untuk daerah 3T mendapatkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial,” pungkasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.