Jakarta

Tak Hanya untuk Kesehatan, Rutin Lari Pagi Ternyata Bisa Mengobati Sakit Hati Lho! Simak Penjelasannya

Ani Nur Iqrimah | 20 Juni 2024, 07:17 WIB
Tak Hanya untuk Kesehatan, Rutin Lari Pagi Ternyata Bisa Mengobati Sakit Hati Lho! Simak Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Lari merupakan olahraga yang terbilang mudah untuk dilakukan dan memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengobati sakit hati.

Selain mengobati sakit hati, olahraga dengan cara lari atau jogging ternyata juga menyehatkan secara fisik dan mental.

Dengan berlari atau latihan fisik apapun memiliki pengaruh bagi kesehatan mental dan secara perlahan akan memperbaiki perasaan sakit hati yang mendalam.

Baca Juga: Saldo DANA Gratis Rp100 Ribu Cair Mudah dengan Cara di Bawah Ini Simak

Terlebih melakukan olahraga lari dengan konsisten atau teratur, tentu akan memberikan dampak kesehatan mental yang bagus.

Menyembuhkan Patah Hati

Dikutip dari akun X @recehtapisayng, menurut psikiater Dr. Ellen Vora dan psikolog Dr. Alice Domar, berjalan kaki atau lari merupakan upaya pengobatan stres yang efektif.

Baca Juga: Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Kamis 20 Juni 2024

Aktivitas berjalan kaki atau berlari yang rutin dan konsisten selama masa patah hati merupakan hal yang bagus.

Sebab cara tersebut sangat unik untuk melepas hormon endorphin yang bisa membebaskan dari stres akibat putus cinta.

Berlari secara konsisten dan rutin setidaknya 30 menit hingga 60 menit setiap hari sangatlah bagus.

Baca Juga: Viral! Jambret HP Terpotret Saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD di Jakarta Minggu Lalu, Heru Budi: Kok Bisa, Bagaimana Cara Masuknya Ya?

Dalam 5 hari berikutnya, diharapkan aktivitas tersebut bisa mengobati perasaan patah hati dan putus cinta.

Tidur Lebih Nyenyak

Dikutip dari halodoc.com, berlari ternyata mampu membantu seseorang mendapatkan jadwal tidur yang normal.

Baca Juga: Sukses Ubah Kawasan Pantai Ketapang yang Kumuh Jadi Tempat Wisata Modern, Zaki Iskandar Siap Beresi Masalah Pesisir Utara Jakarta

Hal ini disebabkan bahan kimia yang dilepaskan selama dan setelah berlari membuat tubuh jadi lebih rileks. Dan dampaknya adalah tidur lebih nyenyak.

Selain itu, tubuh yang dalam kondisi lelah akan berusaha mengembalikan kekuatannya, sehingga akan berada pada mode "deep sleep".

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.