Benarkah Cacar Air Penyakit Sekali Seumur Hidup? Begini Penjelasan Dokter

AKURAT JAKARTA - Maraknya pemberitaan terkait penyakit cacar air, dokter ini luruskan soal mitos-mitos tentang penyakit tersebut.
Jika Anda pernah mendengar, cacar air hanya terjadi seumur hidup sekali Anda harus membaca penjelasan ini.
Menurut dokter, penyakit cacar air hanya terjadi seumur hidup sekali adalah mitos.
Cacar air atau penyakit dengan nama medis varicella, bisa terjadi secara berulang apabila memiliki gejala-gejala yang dapat memicu terinfeksi virus varicella zoster.
Baca Juga: Masih Soal Jet Pribadi, KPK Ingatkan Kaesang Untuk Bergaya Hidup Sederhana Sebagai Ketua Parpol
Menurut Ketua umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI) Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E.,Subsp. Ven., FINSDV, FAADV menegaskan bahwa seseorang yang pernah menderita cacar tetap memiliki risiko untuk terpapar kembali.
"Infeksi ini bisa saja berulang, apalagi pada pasien yang imunitasnya rendah misalnya dengan penyakit kulit yang luas, pasien autoimun, HIV, dan lainnya," katanya.
Melansir dari Halodoc, jika tubuh seseorang pernah terserang virus varicela zoster maka virus itu tidak akan pergi dari tubuh.
Baca Juga: Cegah Wabah Cacar Monyet, Menkes Siapkan Vaksin Monkeypox Untuk Kelompok Tertentu
Virus tersebut tetap akan menetap selamanya di dalam tubuh.
Dan apabila daya tahan tubuhmu kemudian menurun, maka dapat mengaktifkan kembali virus varicella zoster dalam bentuk yang berbeda yakni menjadi herpes zoster.
Meski terlihat seperti penyakit biasa, rupanya cacar air bisa menimbulkan komplikasi.
Oleh karenanya, jika terkena penyakit cacar air, dokter Hanny menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan diri dengan mandi rutin pagi dan sore.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Perketat Pemeriksaan di Bandara Untuk Cegah Penularan Mpox
Mandi yang selama ini dihindari ternyata salah kaprah, karena dengan mandi kita dapat mencegah infeksi cacar air menyebar kebagian kulit yang lain.
Tak hanya mandi, dokter Hanny juga mengingatkan masyarakat apabila terpapar cacar air untuk rutin mengoles salep sesuai dengan resep dokter.
"Tetap menjaga kebersihan termasuk mandi dua kali sehari dan menggunakan obat oles yang diberikan oleh dokter untuk menjaga agar infeksi tidak menyebar dan meluas, harus menjadi perhatian," kata Hanny mengutip dari ANTARA, pada Jumat (30/8)
Baca Juga: Menkes Akan Lanjutkan Kasus Perundungan Aulia Risma Ke Jalur Hukum
Hindari menggaruk lesi kulit saat cacar terasa gatal.
Supaya kulit tidak terbuka dan luka semakin membesar.
Jika itu terjadi, dokter Hanny menyarankan agar luka ditutup dengan kain kasa agar tidak mengkontaminasi barang sekitar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


