Jakarta

Apa Itu Aneurisma? Penyakit yang Menyebabkan Dr Azmi Fadhlih Meninggal Dunia

Hawa E. Azhari | 17 Desember 2024, 15:25 WIB
Apa Itu Aneurisma? Penyakit yang Menyebabkan Dr Azmi Fadhlih Meninggal Dunia

AKURAT JAKARTA - Seorang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang juga influenser kesehatan, dr Azmi Fadhlih, dikabarkan meninggal pada Senin 17 Desember 2024.

Kepergian dokter berusia 35 tahun tersebut dikatakan mendadak setelah sempat mengeluhkan sakit kepala hebat.

Keluarga menyebutkan kematian sang dokter diakibatkan oleh pecah pembuluh darah di bagian otak atau Aneurisma otak.

Baca Juga: 8 Manfaat Baik Jambu Air untuk Tubuh, Kontrol Diabetes hingga Kesehatan Gigi dan Tulang

Apa itu Aneurisma?

Aneurisma adalah suatu kondisi di mana dinding pembuluh darah melemah dan menggelembung, membentuk tonjolan seperti balon.

Kondisi ini bisa terjadi pada berbagai pembuluh darah di tubuh, tetapi paling sering ditemukan di otak (aneurisma serebral) dan di aorta (aneurisma aorta).

Jika aneurisma membesar atau pecah, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan internal yang serius dan berpotensi mengancam nyawa.

Baca Juga: Hadiri Entrepreneur Hub Tangerang Raya Sesi-II, Wakil Bupati Tangerang Terpilih Intan Nurul Hikmah: Kuatkan Kolaborasi

Jenis-jenis Aneurisma

1. Aneurisma Serebral (Otak)

Terjadi di pembuluh darah otak.

Gejala mungkin tidak muncul sampai aneurisma pecah.

2. Aneurisma Aorta

Terjadi pada aorta, arteri utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Hadiri Tasyakuran Gedung Baru IGRA Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah Harap Dirawat dengan Baik

Dibagi menjadi dua jenis:

- Aneurisma Aorta Torakal (di dada).

- Aneurisma Aorta Abdominal (di perut).

3. Aneurisma Perifer

Terjadi di arteri-arteri lain, seperti di paha, lutut, atau leher.

Penyebab Aneurisma

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan aneurisma, antara lain:

Baca Juga: Prediksi Skor Singapura vs Thailand di Piala AFF 2024: Dominasi War Elephants Atas Tuan Rumah

- Tekanan darah tinggi (hipertensi).

- Aterosklerosis (penumpukan plak di dinding arteri).

- Cedera pada pembuluh darah.

- Infeksi yang menyerang dinding arteri.

- Keturunan atau kelainan genetik.

- Kebiasaan merokok.

Gejala Aneurisma

Baca Juga: Prediksi Skor Kamboja vs Timor Leste di Piala AFF 2024: Angkor Warriors atau The Crocodile, Siapakah yang Berhasil Meraih Kemenangan Perdana?

Biasanya aneurisma tidak menunjukkan gejala hingga membesar atau pecah. Namun, beberapa tanda yang mungkin muncul:

- Sakit kepala parah tiba-tiba (untuk aneurisma otak).

- Nyeri dada atau punggung (untuk aneurisma aorta).

- Nyeri perut yang konstan dan berdenyut (aneurisma aorta abdominal).

Bahaya Aneurisma

Ketika aneurisma pecah, dapat menyebabkan:

Baca Juga: Anak Bos Toko Roti yang Aniaya Karyawati Resmi Ditangkap, Tersangka Mengaku Khilaf

- Perdarahan internal.

- Stroke (untuk aneurisma di otak).

- Syok hipovolemik akibat kehilangan darah yang cepat.

Penanganan Aneurisma

1. Observasi jika aneurisma kecil dan tidak berbahaya.

Baca Juga: Gaji Rp 9 Juta Dibuka Lowongan Kerja di Tiket.com, Lokasinya Jakarta Cek Info Lengkap Diskripsinya

2. Pembedahan untuk memperbaiki pembuluh darah yang melemah (misalnya dengan pemasangan stent atau penjepitan).

3. Pengendalian faktor risiko seperti menurunkan tekanan darah dan berhenti merokok.

Jika dicurigai mengalami aneurisma atau gejalanya muncul, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.