Mencicipi Gabus Pucung, Rawon Versi Betawi yang Hampir Punah

AKURAT JAKARTA - Gabus Pucung adalah salah satu warisan kuliner Betawi yang kini mulai langka namun sarat nilai budaya.
Meski tak sepopuler soto Betawi atau kerak telor, Gabus Pucung menyimpan cerita panjang tentang sejarah kuliner masyarakat pinggiran Jakarta tempo dulu.
Gabus Pucung merupakan hidangan yang secara visual mirip rawon dengan kuah hitam pekat yang dibuat dari ikan gabus dan pucung.
Baca Juga: Hari Ini Waktunya Konser Gratis Iwan Fals Gaung Merah SeGALAnya, Lokasinya di Jakarta Selatan
Pucung adalah sebutan untuk kluwak oleh masyarakat Betawi.
Pucung digunakan dalam sajian ini karena memberikan aroma yang khas serta rasa gurih pada masakan.
Ikan gabus sendiri merupakan jenis ikan air tawar yang dahulu mudah ditemukan di rawa-rawa atau kali di sekitar Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: Penerbangan Murah Tak Lagi Terjangkau, Jetstar Asia Hentikan Rute Singapura-Bali Per 31 Juli
Selain bernilai gizi tinggi, ikan gabus dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka karena kandungan albuminnya.
Kuah Gabus Pucung memiliki warna hitam pekat dengan rasa yang unik dengan perpaduan gurih, sedikit pahit dari kluwak, dan aroma rempah yang kuat.
Racikan bumbu lainnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, serai, daun salam, serta sedikit asam untuk memberikan kesegaran pada kuah.
Baca Juga: Berburu Kuliner Tengah Malam? Ini 5 Tempat Wajib Coba di Jakarta Barat!
Biasanya, Gabus Pucung disajikan bersama nasi hangat dan sambal terasi, menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan.
Sayangnya, seiring dengan modernisasi Jakarta, Gabus Pucung semakin sulit ditemukan, bahkan bagi warga Betawi sendiri.
Banyak generasi muda lebih mengenal makanan kekinian daripada warisan kuliner seperti ini.
Baca Juga: Jangan Ngaku Pencinta Kuliner Betawi Kalau Belum Coba Kue Ape Legendaris Ini!
Meskipun demikian, masih ada beberapa rumah makan Betawi otentik yang masih menyajikannya sehingga kuliner Betawi ini tetap terjaga.
Mengangkat kembali Gabus Pucung bukan sekadar melestarikan makanan, tetapi juga merawat identitas budaya Betawi di tengah gempuran globalisasi.
Setiap suapan bukan hanya soal rasa, tetapi juga jejak sejarah masyarakat Jakarta yang hidup berdampingan dengan alamnya.
Baca Juga: YUK BERBURU KULINER JAKARTA! Simak 3 Rekomendasi Wisata Kuliner Murah di Jalan Sabang Jakarta
Gabus Pucung adalah kuliner yang layak diperkenalkan lebih luas, baik kepada wisatawan lokal maupun mancanegara, agar tradisi dan cita rasanya tidak hilang ditelan zaman.
Jika kamu ingin mencicipi cita rasa Betawi yang sesungguhnya, carilah Gabus Pucung, si hitam eksotis dengan kekayaan rempah yang memikat lidah.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Elche vs Real Betis di La Liga, 8 November 2026: Mampukah Los Franjiverdes Menghentikan Dominasi Tim Tamu?
- 2Prediksi Skor Brighton vs Brentford di Premier League, 8 November 2026: Misi The Seagulls Pertahankan Rekor Kandang
- 3Prediksi Skor Ipswich Town vs Bournemouth di Premier League, 8 November 2026: Mampukah The Tractor Boys Menghentikan Tren Positif The Cherries?
- 4Prediksi Skor Rennes vs LOSC Lille di Ligue 1, 8 November 2026: Misi Mengakhiri Kutukan Tujuh Tahun di Roazhon Park
- 5Golkar DKI Komitmen Tegak Lurus Dukung Bahlil Lahadalia, Tepis Isu Munaslub
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Atalanta di Serie A, 8 November 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Terpuruk
- 7Prediksi Skor Napoli vs Lazio di Serie A, 8 November 2026: Mampukah Biancocelesti Perpanjang Tren Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Genoa vs AC Milan di Serie A, 8 November 2026: Momentum Positif Grifone Diuji Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


