Jakarta

4 Pantangan di Bulan Suro Menurut Kepercayaan Jawa, Jangan Sampai Dilanggar!

Zainal Abidin | 26 Juni 2025, 06:00 WIB
4 Pantangan di Bulan Suro Menurut Kepercayaan Jawa, Jangan Sampai Dilanggar!

AKURAT JAKARTA - Bulan Suro dalam penanggalan Jawa bukanlah bulan biasa.

Bulan pertama dalam kalender Jawa ini dipenuhi dengan muatan spiritual dan budaya yang kental.

Banyak orang Jawa meyakini bahwa selama bulan ini, aktivitas dari dunia gaib meningkat dan batas antara alam nyata serta alam halus menjadi lebih tipis.

Baca Juga: Buru Promo! Tiket Kereta ke Sukabumi Selama Libur Sekolah Cuma Rp31 Ribu

Menurut kanal YouTube Nawi Krama TV, ada empat larangan penting yang sebaiknya tidak dilakukan di bulan Suro, khususnya pada malam satu Suro, agar terhindar dari kesialan yang diyakini bisa menurun hingga tujuh turunan.

1. Tidak Disarankan Keluar Rumah Tanpa Alasan Mendesak

Malam satu Suro dianggap sebagai malam paling sakral.

Baca Juga: Senada Seirama Fest 2025 Hadir di Surabaya Awal Bulan Depan, Ada Padi Reborn, Vierratale, Tiara Andini, hingga Gildcoustic. Segini Harga Tiketnya!

Diyakini, pada malam ini portal gaib terbuka dan berbagai makhluk halus berkeliaran.

Keluar rumah tanpa kebutuhan penting dipercaya dapat mengundang gangguan.

Tetap di rumah dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang konon datang mengunjungi.

Baca Juga: Intip 5 Hotel Bintang 3 Murah tapi Mewah di Jakarta Ini, Cocok Buat Kamu yang Ingin Staycation di Tengah Kota

2. Hindari Bicara Sembarangan

Ujaran negatif bisa menjadi bumerang di malam satu Suro.

Masyarakat Jawa percaya bahwa ucapan buruk bisa didengar oleh entitas gaib dan diwujudkan menjadi kenyataan.

Baca Juga: Libur Sekolah 2025, Ancol Sediakan Beragam Wahana dan Program Spesial, dari Nailoong Summer Love hingga Jakarta Bird Island

Karena itu, menjaga lisan menjadi keharusan, bahkan banyak yang memilih diam dan fokus pada doa.

3. Jangan Bangun atau Pindah Rumah

Menurut primbon, bulan Suro adalah waktu yang tidak baik untuk memulai sesuatu yang besar, seperti pindahan rumah.

Baca Juga: Swara Apurva Karya Indra Lesmana Hadir di The Apurva Kempinski, Tampilkan Kolaborasi Musik dan Budaya Kelas Dunia

Diyakini rumah yang dibangun atau dihuni pada bulan ini akan penuh masalah dan dihantui kesialan jangka panjang.

4. Dilarang Menggelar Pernikahan

Bulan Suro adalah masa untuk tirakat dan refleksi, bukan untuk pesta atau hajatan.

Baca Juga: Termasuk Pilih Detergen yang Tepat, Berikut Ini Cara Simpel Biar Mesin Cuci Awet Bertahun-Tahun

Menikah di bulan ini dipercaya dapat membawa bencana rumah tangga, rezeki seret, bahkan kematian.

Selain aspek mistis, ada pula pertimbangan budaya dari keraton yang sedang menjalankan prosesi spiritual penting.

Kepercayaan ini, meskipun tak semua orang Jawa modern masih mematuhinya, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kearifan lokal.

Baca Juga: TMII Berbenah Sambut Libur Sekolah, Armada Ditambah dan Fasilitas Ditingkatkan

Bagi sebagian masyarakat, menjunjung nilai-nilai leluhur adalah cara menjaga harmoni antara dunia nyata dan spiritual. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.