Jakarta

Mengenal Refleks ATNR: Gerakan Otomatis Bayi yang Menentukan Masa Depan Motoriknya

Zainal Abidin | 14 Juli 2025, 08:50 WIB
Mengenal Refleks ATNR: Gerakan Otomatis Bayi yang Menentukan Masa Depan Motoriknya

AKURAT JAKARTA - Di balik gerakan-gerakan mungil yang terlihat seolah acak pada bayi baru lahir, tersimpan sistem refleks yang luar biasa kompleks dan sarat arti.

Salah satunya adalah refleks ATNR atau Asymmetrical Tonic Neck Reflex, yang berperan penting dalam fondasi perkembangan motorik anak sejak hari-hari awal kehidupannya.

Refleks ini biasanya muncul sejak bayi lahir dan akan menghilang secara alami pada usia sekitar lima hingga tujuh bulan.

Baca Juga: Kaya Isoflavon, Susu Kedelai Punya Manfaat Dahsyat untuk Kesehatan Pria dan Wanita

Ketika kepala bayi dipalingkan ke satu sisi, maka lengan dan kaki di sisi yang sama akan melurus, sementara sisi yang berlawanan menekuk.

Meski terlihat sederhana, mekanisme ini berperan besar dalam membantu bayi mengembangkan koordinasi antara mata, kepala, dan tangan.

Hal tersebut menjadi kemampuan dasar yang kelak akan mendukung aktivitas kompleks seperti merangkak, menulis, bahkan membaca.

Baca Juga: Mengenal Anak Sensory Seeker: Ketika Dunia Terasa Kurang Nyata Tanpa Rangsangan Tambahan

Oleh karena itu, refleks ATNR sangat penting untuk membantu bayi belajar menggerakkan tubuhnya secara seimbang.

Namun, tantangan muncul ketika refleks ini tidak hilang sesuai waktunya.

ATNR yang bertahan melewati usia seharusnya dapat mengganggu kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama yang melibatkan lintas tubuh atau koordinasi dua sisi.

Baca Juga: Latih Anak Melek Finansial Lewat 5 Langkah Mudah Ini, Kamu Sudah Coba?

Anak mungkin kesulitan menulis karena tangan yang tidak stabil saat kepala bergerak, atau mengalami gangguan postur dan konsentrasi.

Pada beberapa kondisi, ketidakmatangan refleks ini turut dikaitkan dengan hambatan belajar seperti disleksia atau gangguan dalam memproses informasi visual.

Oleh karena itu, deteksi dini menjadi krusial, dengan memperhatikan tanda-tanda seperti kekakuan tubuh saat kepala dipalingkan, kesulitan merangkak secara simetris, atau posisi duduk yang belum stabil.

Baca Juga: Manfaat Ikan Gabus, Si Superfood Lokal yang Baik Untuk Kesehatan

Pendekatan terapi integrasi refleks meliputi latihan merangkak, gerakan menyilang antar sisi tubuh, dan pengendalian kepala dalam posisi merangkak.

Terapi tersebut telah terbukti membantu mempercepat pematangan sistem refleks ini.

Kunci keberhasilan bukan terletak pada intensitas latihan, tetapi pada konsistensi dan kesadaran gerakan yang dilakukan.

Baca Juga: Awas! Gigi Bisa Goyang Tanpa Lubang, Ini Bahaya Rokok bagi Kesehatan Mulut

Ketika refleks ATNR terintegrasi dengan baik, anak memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh dan belajar secara optimal.

Dengan kata lain, memahami refleks ATNR bukan sekadar soal mengenal gerakan bayi, tapi juga memahami bahasa tubuh yang sedang membentuk masa depannya.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.