Jakarta

Diklaim Punya "Otak" yang Lebih Cerdas, OpenAI Resmi Rilis GPT 5

Titania Isnaenin | 8 Agustus 2025, 19:37 WIB
Diklaim Punya "Otak" yang Lebih Cerdas, OpenAI Resmi Rilis GPT 5

 

AKURAT JAKARTA - OpenAI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru, GPT 5, untuk layanan ChatGPT dan API, pada Jumat (8/8).

Model ini disebut membawa peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, GPT-4o, sekaligus menjadi langkah maju dalam pengembangan Artificial General Intelligence (AGI).

Model terbaru ini menawarkan performa unggulan dalam sejumlah bidang, termasuk pengodean, matematika, penulisan, kesehatan, hingga persepsi visual.

Baca Juga: Pesan Dahlan Iskan untuk Peserta Kongres Persatuan PWI Pusat: Sebaiknya Pilih Ketua Umum dari Tokoh Netral

Selain itu, GPT 5 diklaim lebih cerdas dalam memahami konteks dan mampu menyesuaikan gaya respons cepat atau mendalam tergantung kebutuhan pengguna.

OpenAI menyebut GPT 5 lebih natural dan bijaksana dalam berinteraksi, dengan respons yang lebih akurat dan tingkat halusinasi yang lebih rendah.

Hal ini menjadi salah satu sorotan utama dalam peningkatan model terbaru tersebut.

Baca Juga: Segera Cair, Cek Tunjangan Guru via Info GTK 2025

Model ini juga dikembangkan dengan fokus pada keamanan dan evaluasi ketat.

Kendati demikian,GPT 5 tersedia gratis bagi seluruh pengguna ChatGPT.

Namun, pelanggan ChatGPT Plus dan Pro akan mendapatkan manfaat tambahan, termasuk akses ke GPT 5 Pro, versi yang dilengkapi kemampuan penalaran lanjutan untuk jawaban yang lebih kompleks dan berkualitas.

Baca Juga: Masjid Tjia Khang Hoo: Harmoni Budaya Betawi dan Tionghoa di Jakarta Timur

Adapun dalam bidang pengodean, GPT 5 disebut sebagai model paling andal dari OpenAI sejauh ini.

Ia mampu merancang situs web, aplikasi, hingga gim secara efisien — bahkan untuk pengguna tanpa latar belakang pemrograman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.