Mengungkap Fakta Pramuka yang Jarang Diketahui, dari Nama Unik hingga Lambang Tunas Kelapa

AKURAT JAKARTA - Bagi kamu yang besar di Indonesia, istilah Pramuka mungkin sudah akrab di telinga.
Namun, ternyata di negara lain, gerakan ini punya nama berbeda.
Malaysia dan Brunei menyebutnya persekutuan pengakap, Lithuania menyebutnya skautija, bahkan di Komoro, pramuka dikenal sebagai wezombeli.
Baca Juga: 5 Minuman Rahasia yang Bikin Badan ‘On’ Lagi Setelah Sakit
Walau namanya berbeda, tujuan dan semangatnya tetap sama.
Bicara soal simbol, kamu mungkin pernah melihat lambang berwarna ungu dengan kelopak bunga putih di seragam pramuka.
Itu adalah lambang World Organization of the Scout Movement (WOSM), yang pertama kali digunakan oleh Baden Powell, Bapak Pramuka Dunia, sejak perkemahan perdana pada 1907 di Pulau Bwonsea.
Baca Juga: Manfaat dan Cara Remineralisasi Gigi Agar Bebas Tambalan, Simak Baik-baik 5 Tips Berikut Ini
Indonesia sendiri punya tokoh besar dalam sejarah kepanduan: Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Beliau mendapat gelar Bapak Pramuka Nasional karena berhasil mempersatukan gerakan pramuka pada 14 Agustus 1961, sekaligus menjadi Ketua Kwartir Nasional pertama.
Tak ketinggalan, lambang pramuka Indonesia, tunas kelapa, memiliki filosofi mendalam.
Baca Juga: Serunya Melihat Jakarta dari Gedung Tertinggi di Indonesia
Dirancang oleh Sumardjo Armodipuro, simbol ini melambangkan generasi penerus yang kuat, gigih, berakar kokoh, bercita-cita tinggi, dan berguna bagi bangsa.
Dan tentu saja, Pramuka tak lepas dari tradisi Jambore, perkemahan besar yang sudah eksis lebih dari 99 tahun.
Tahun 2019 lalu, Indonesia mengirim 80 peserta untuk bergabung di Jambore Dunia ke-24 di Virginia Barat, Amerika Serikat, bersama 45 ribu peserta dari 150 negara lainnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Elche vs Real Betis di La Liga, 8 November 2026: Mampukah Los Franjiverdes Menghentikan Dominasi Tim Tamu?
- 7Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



