Jakarta

Gak Cuma Penglipuran, 3 Desa Wisata Ini Buktikan Indonesia Punya Pesona Mendunia

Zainal Abidin | 3 September 2025, 20:15 WIB
Gak Cuma Penglipuran, 3 Desa Wisata Ini Buktikan Indonesia Punya Pesona Mendunia

AKURAT JAKARTA - Kamu mungkin sering mendengar tentang Bali dan destinasi populer lainnya saat membicarakan pariwisata Indonesia.

Namun, tahukah kamu bahwa ada permata tersembunyi yang tak kalah menakjubkan?

Desa wisata telah menjadi fenomena baru yang menawarkan pengalaman liburan otentik.

Baca Juga: Resep Cumi Sambal Karamel, Hidangan Lezat dan Unik Gabungkan Rasa Manis dan Pedas

Ada beberapa desa wisata di Indonesia yang wajib dikunjungi karena keunikan alam dan budayanya, bahkan beberapa di antaranya sudah mendunia!

Penasaran desa mana saja yang berhasil memikat hati wisatawan dari seluruh penjuru dunia? Mari kita selami lebih dalam.

1. Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta

Baca Juga: Agoda Rilis Daftar Destinasi Kuliner Asia, Indonesia Tembus Lima Besar

Dilansir dari akun TikTok @sejiva_id, desa wisata ini berhasil mencuri perhatian dunia dan dinobatkan sebagai desa wisata terbaik oleh UNWTO pada tahun 2021.

Desa Nglanggeran membuktikan bahwa pariwisata berkelanjutan itu nyata.

Mereka sukses mempraktikkan prinsip sustainability dengan sangat baik, mengedepankan aspek people, culture, dan nature sebagai daya tarik utamanya.

Baca Juga: Catat! Tulus, Nadin Amizah hingga Barasuara Akan Tampil di Live Arena UMM Dome Malang, Cek Tanggal dan Harga Tiketnya

Terletak di Gunungkidul, Yogyakarta, desa ini menawarkan lebih dari sekadar pemandangan.

Kamu bisa merasakan sensasi trekking ke Puncak Gunung Purba yang dikelilingi keindahan alam asri.

Selain itu, kamu juga bisa bersantai di tepi Embung Nglanggeran yang tenang sambil belajar tentang kekayaan budaya masyarakat setempat.

Baca Juga: IICF 2025: Festival Budaya Internasional Menghadirkan 14 Negara Asia hingga Eropa, Digelar di Jakarta dan Bandung Pada 23-30 Oktober, Simak Jadwalnya!

Dengan semua penghargaan yang didapatkan, desa ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan budaya.

2. Desa Wisata Jatiluwih, Bali

Berlokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Desa Wisata Jatiluwih adalah permata geografis dan budaya yang tersembunyi di lereng Gunung Batukaru.

Baca Juga: Warga Bekasi Merapat! Nuansa Festival 2025 Bakal Digelar di Transera Waterpark, Menampilkan NDX AKA, Ndarboy, Shaggydog, Tipe-X, hingga For Revenge

Menurut situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, desa ini terkenal berkat sistem pengairan sawahnya, Subak, yang pada tahun 2012 diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Sistem Subak adalah perwujudan ajaran Tri Hita Karana dari Agama Hindu, yang menekankan keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Di sini, kamu tidak hanya disuguhi pemandangan sawah terasering yang memukau, tetapi juga bisa melakukan kegiatan luar ruangan seperti trekking dan bersepeda melintasi jalur sawah dan hutan yang menenangkan.

Baca Juga: Catat! Nadin Amizah, Maliq & D’Essentials dan Hivi! Bakal Meriahkan Butterfly Era di Bandung, Cek Lokasi dan Tanggalnya

3. Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi

Terletak di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Desa Adat Osing Kemiren adalah pusat budaya Suku Osing, suku asli Banyuwangi.

Nama "Kemiren" sendiri berasal dari kata kemirian yang berarti banyak kemiri.

Menurut situs resmi Kemenparekraf RI, desa ini menyimpan beragam budaya, mulai dari adat istiadat, bahasa, manuskrip, kesenian, hingga permainan tradisional.

Baca Juga: Bukan Sekadar Peringatan, Ternyata Ini Rahasia Grebeg Maulud di Keraton Solo dan Yogjakarta yang Bikin Merinding

Saat berkunjung ke sini, kamu akan disuguhi berbagai daya tarik seperti edukasi, kuliner, dan budaya.

Kamu juga bisa melihat langsung Kampung Osing dan rumah makan dengan arsitektur rumah adat yang otentik.

Desa wisata ini membuktikan bahwa inovasi pariwisata tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga: Awas! Stres Jadi Biang Keladi di Balik Rambut Rontok dan Jerawatmu

Penduduk desa bisa menjadi pemandu wisata dan menyewakan homestay, menciptakan sumber pendapatan baru dan melestarikan budaya mereka. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.