Jangan Remehkan! Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menghancurkan Usus

AKURAT JAKARTA - Kesehatan usus sering kali kurang diperhatikan, padahal sangat penting untuk kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.
Banyak orang tidak menyadari bahwa ada 5 kebiasaan sehari-hari yang bisa merusak usus secara perlahan.
Aktivitas sederhana yang terasa wajar ternyata mampu mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, memicu peradangan, hingga menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Manfaat Dahsyat Air Rebusan Daun Jeruk Nipis untuk Tubuh
Karena itu, kamu perlu lebih peka agar bisa melindungi kesehatan pencernaan sejak dini.
Berikut 5 kebiasaan yang perlu kamu waspadai:
1. Stres Kronis
Baca Juga: Sabun Cuci Tangan vs Hand Sanitizer, Mana yang Jadi Senjata Utama Kamu?
Stres tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga usus.
Saat hormon kortisol meningkat, pergerakan usus melambat dan komposisi bakteri berubah.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan usus bocor dan memicu peradangan di seluruh tubuh.
Baca Juga: Hewan Tak Boleh Naik Kereta Penumpang, Ini Alternatif Resmi dari KAI
2. Kurang Tidur
Mikroba usus mengikuti ritme sirkadian sama seperti tubuhmu.
Kurang tidur atau tidur tidak teratur membuat bakteri baik berkurang dan lapisan pelindung usus melemah.
Baca Juga: Pratunam Market, Surga Belanja Murah di Tengah Bangkok
Akibatnya, usus lebih rentan terhadap kerusakan.
3. Makan Menu yang Sama Setiap Hari
Meski praktis, pola makan monoton membatasi asupan nutrisi dan mengurangi keragaman mikrobioma usus.
Baca Juga: 4 Kegiatan Seru di Jakarta yang Sayang Kamu Lewatkan
Usus membutuhkan variasi makanan nabati agar bakteri baik bisa tumbuh optimal.
4. Menghindari Karbohidrat
Tidak semua karbohidrat buruk.
Baca Juga: 7 Cara Cerdas Membeli Rumah Pertama Tanpa Salah Langkah
Karbohidrat kompleks justru membantu pertumbuhan bakteri usus yang bermanfaat.
Jika dihindari sepenuhnya, keseimbangan mikrobioma bisa terganggu.
5. Penggunaan Obat Berlebihan
Baca Juga: Efisien dan Aman, All Indonesia Jadi Syarat Baru Masuk RI Pengganti Kartu Kedatangan Manual
Obat pereda nyeri dan antibiotik yang dikonsumsi berlebihan dapat merusak lapisan usus serta membunuh bakteri baik.
Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko peradangan, perdarahan, hingga usus bocor.
Dengan mengelola stres, tidur cukup, memperbanyak variasi makanan, tidak takut pada karbohidrat sehat, serta bijak menggunakan obat, kamu bisa menjaga usus tetap sehat dan kuat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





