Kenali Doomscrolling, Sebuah Kebiasaan Scrolling Tanpa Henti yang Mulai Merusak Otakmu

AKURAT JAKARTA - Pernahkah kamu merasa hanya ingin membuka ponsel “sebentar saja”, tapi tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat?
Bahkan tanpa sadar, kamu sudah berada di depan layar ponsel selama berjam-jam.
Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling, yaitu aktivitas menggulir atau scrolling media sosial tanpa henti.
Doomscrolling ternyata bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisikmu.
Fenomena doomscrolling kini menjadi masalah umum di era digital, terutama di kalangan Gen Z, Milenial, dan Gen Alpha yang hidupnya sangat dekat dengan dunia maya.
Menurut kanal psikologi Psych2Go, doomscrolling bukan sekadar kebiasaan ringan.
Aktivitas ini membuat otak terus menerima rangsangan emosional dari berbagai konten—mulai dari yang lucu, menyedihkan, hingga mengkhawatirkan—dalam waktu singkat.
Akibatnya, otak dan emosi menjadi kelelahan tanpa kamu sadari.
Doomscrolling menimbulkan efek yang serius bagi keseimbangan mentalmu.
Baca Juga: 6 Khasiat Ajaib Air Es untuk Wajah: Dari Jerawat Hilang hingga Kulit Lebih Kencang
Saat kamu terus-menerus terpapar konten, otak kehilangan kemampuan untuk beristirahat, membuatmu mudah lelah secara emosional dan sulit merasakan ketenangan.
Dampak berikutnya adalah kelelahan kognitif, kondisi ketika otakmu kewalahan menyaring informasi.
Studi dalam Computers in Human Behavior Reports (2023) menunjukkan bahwa terlalu sering mengonsumsi konten emosional bisa menurunkan fokus, memperburuk daya ingat, dan meningkatkan kecemasan.
Tak hanya mental, tubuhmu pun ikut bereaksi.
Menurut penelitian di PLOS ONE, stres digital yang terjadi akibat doomscrolling bisa mengganggu tidur, menurunkan imun, dan menyebabkan kelelahan kronis.
Selain itu, kebiasaan scrolling berlebihan dapat menurunkan produktivitas dan kreativitas.
Baca Juga: Biar Nggak Bosan Minum Air Putih, Yuk Kenali 8 Minuman Sehat Alternatifnya
Kamu kehilangan waktu berharga untuk berpikir jernih dan berimajinasi, sehingga ide-ide baru sulit muncul.
Parahnya, terlalu banyak melihat konten negatif bisa mengubah cara pandang terhadap hidup.
Kamu bisa menjadi lebih pesimis, cemas, bahkan kehilangan harapan terhadap masa depan.
Baca Juga: Inovasi Baru Polda Metro Jaya, Lapor Aman Kota Tua Siap Jaga Keamanan Wisata
Tanpa disadari, doomscrolling perlahan membentuk pola pikir yang gelap dan menekan.
Jadi, mulai sekarang, coba beri jeda untuk dirimu.
Letakkan ponsel, hirup udara segar, dan berikan waktu bagi otak untuk beristirahat.
Baca Juga: 7 Sumber Kolagen Alami yang Bikin Kulit Kencang Tanpa Suplemen Mahal
Dunia nyata selalu menunggu untuk kamu nikmati tanpa layar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





