Sora OpenAI Bikin Resah Usai Hasilkan Video yang Kian Nyata, Netizen Makin Tak Bisa Bedakan Asli dan Palsu

AKURAT JAKARTA – Aplikasi pembuat video generatif terbaru dari OpenAI, Sora, kini menjadi pusat perhatian sekaligus kontroversi.
Hal ini lantaran kemampuan luar biasa Sora dalam menciptakan video yang sangat realistis bahkan dalam waktu kurang dari satu menit.
Kehebatan inilah yang memicu perdebatan sengit mengenai batas etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) terutama terkait penggambaran tokoh publik yang sudah meninggal dunia.
Beberapa video yang beredar dan viral di media sosial adalah kemampuan Sora dalam mereproduksi sosok mendiang selebritas seperti Marilyn Monroe yang seolah-olah mengajar Bahasa Vietnam, penyanyi legendaris Aretha Franklin yang sedang membuat lilin dan Michael Jackson yang sedang berada di restoran cepat saji.
Baca Juga: Diduga Tampar Siswa Karena Ketahuan Merokok di Sekolah, Kepsek SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan
Beberapa adega tersebut lantas menimbulkan kekhawatiran serius yang "tidak pernah terjadi di dunia nyata".
Apalagi isu persetujuan (consent), tidak tersedia mengingat sosok yang digambarkan tidak mungkin memberikan izin.
Bahkan oleh sebab ini, keluarga tokoh terkenal menyuarakan penolakan keras dan mendesak publik agar segera menghentikan penggunaan AI untuk konten semacam itu, demi menghormati sosok yang telah tiada.
Adapun menanggapi gejolak ini, pihak OpenAI menyatakan memahami kekhawatiran tersebut dan berjanji akan memberikan kendali lebih besar kepada keluarga atau pemegang hak cipta terkait penggunaan wajah tokoh terkenal.
Namun, para ahli teknologi memperingatkan bahwa bahaya video palsu ini melampaui isu etika.
Potensi penyebaran informasi palsu (deepfake) dan erosi kepercayaan publik terhadap media asli menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan.
Meskipun Sora telah dilengkapi fitur tanda air dan metadata untuk membedakan konten AI dari konten nyata, para ahli menekankan bahwa fitur ini "mudah dihapus."
Kondisi ini mendorong desakan agar platform media sosial bersinergi dengan OpenAI untuk mengembangkan sistem pendeteksi video AI yang jauh lebih kuat dan efektif.
Kontroversi Sora ini juga menyoroti dilema yang dihadapi oleh jutaan kreator konten.
Termasuk YouTuber dengan pengikut terbesar di dunia, MrBeast (Jimmy Donaldson), yang secara terang-terangan menyebut kemajuan pesat AI generatif sebagai momok yang mengancam mata pencaharian kreator konten.
Dalam unggahannya di media sosial, MrBeast mempertanyakan nasib para kreator seperti dirinya jika suatu saat nanti kualitas video buatan AI menjadi sama baiknya dengan video buatan manusia.
Kekhawatiran ini mencerminkan kegelisahan yang meluas di industri kreatif, terutama setelah maraknya aksi mogok di industri film dan gim terkait penggunaan AI.
Di satu sisi, teknologi ini membawa kekhawatiran soal pencurian materi berhak cipta untuk pelatihan model AI, seperti yang pernah dialami MrBeast sendiri ketika merilis alat pembuat thumbnail AI.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UNL, 25 September 2026: Duel Sengit di Rajko Mitic
- 4Prediksi Skor Belanda vs Jerman di UNL, 25 September 2026: Duel Xavi dan Klopp Buka Era Baru
- 5Kapan Lagi? TMII Gratiskan Tiket Masuk Selama September 2026, Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya!
- 6Sekjen Golkar Benarkan Nusron Wahid Mengundurkan Diri, Ada Kaitan dengan Kasus Korupsi HGB yang Diusut KPK?
- 7Asian Games 2026, Menpora Erick Thohir Target 4 Emas untuk Kontingen Indonesia
- 8OMC Belum Efektif, Legislator Golkar Dadiyono Ingatkan Ancaman Kebakaran di Tengah Minim Hujan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








