Jakarta

Sora OpenAI Bikin Resah Usai Hasilkan Video yang Kian Nyata, Netizen Makin Tak Bisa Bedakan Asli dan Palsu

Titania Isnaenin | 15 Oktober 2025, 10:18 WIB
Sora OpenAI Bikin Resah Usai Hasilkan Video yang Kian Nyata, Netizen Makin Tak Bisa Bedakan Asli dan Palsu

 

 


AKURAT JAKARTA – Aplikasi pembuat video generatif terbaru dari OpenAI, Sora, kini menjadi pusat perhatian sekaligus kontroversi.

Hal ini lantaran kemampuan luar biasa Sora dalam menciptakan video yang sangat realistis bahkan dalam waktu kurang dari satu menit.

Kehebatan inilah yang memicu perdebatan sengit mengenai batas etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) terutama terkait penggambaran tokoh publik yang sudah meninggal dunia.

Beberapa video yang beredar dan viral di media sosial adalah kemampuan Sora dalam mereproduksi sosok mendiang selebritas seperti Marilyn Monroe yang seolah-olah mengajar Bahasa Vietnam, penyanyi legendaris Aretha Franklin yang sedang membuat lilin dan Michael Jackson yang sedang berada di restoran cepat saji.

Baca Juga: Diduga Tampar Siswa Karena Ketahuan Merokok di Sekolah, Kepsek SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan

Beberapa adega tersebut lantas menimbulkan kekhawatiran serius yang "tidak pernah terjadi di dunia nyata".

Apalagi isu persetujuan (consent), tidak tersedia mengingat sosok yang digambarkan tidak mungkin memberikan izin.

Bahkan oleh sebab ini, keluarga tokoh terkenal menyuarakan penolakan keras dan mendesak publik agar segera menghentikan penggunaan AI untuk konten semacam itu, demi menghormati sosok yang telah tiada.

Adapun menanggapi gejolak ini, pihak OpenAI menyatakan memahami kekhawatiran tersebut dan berjanji akan memberikan kendali lebih besar kepada keluarga atau pemegang hak cipta terkait penggunaan wajah tokoh terkenal.

Baca Juga: Nelayan Kronjo Juara I Lomba Kelompencapir Tingkat Kabupaten Tangerang, Bupati Maesyal: Momentum Perkuat Semangat Membangun Kawasan Pesisir

Namun, para ahli teknologi memperingatkan bahwa bahaya video palsu ini melampaui isu etika.

Potensi penyebaran informasi palsu (deepfake) dan erosi kepercayaan publik terhadap media asli menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan.

Meskipun Sora telah dilengkapi fitur tanda air dan metadata untuk membedakan konten AI dari konten nyata, para ahli menekankan bahwa fitur ini "mudah dihapus."

Kondisi ini mendorong desakan agar platform media sosial bersinergi dengan OpenAI untuk mengembangkan sistem pendeteksi video AI yang jauh lebih kuat dan efektif.

Baca Juga: Catat! Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep Digelar Akhir Pekan Ini, Dimeriahkan 38 Grup dari 4 Kabupaten di Pulau Madura, Gratis!

Kontroversi Sora ini juga menyoroti dilema yang dihadapi oleh jutaan kreator konten.

Termasuk YouTuber dengan pengikut terbesar di dunia, MrBeast (Jimmy Donaldson), yang secara terang-terangan menyebut kemajuan pesat AI generatif sebagai momok yang mengancam mata pencaharian kreator konten.

Dalam unggahannya di media sosial, MrBeast mempertanyakan nasib para kreator seperti dirinya jika suatu saat nanti kualitas video buatan AI menjadi sama baiknya dengan video buatan manusia.

Kekhawatiran ini mencerminkan kegelisahan yang meluas di industri kreatif, terutama setelah maraknya aksi mogok di industri film dan gim terkait penggunaan AI.

Di satu sisi, teknologi ini membawa kekhawatiran soal pencurian materi berhak cipta untuk pelatihan model AI, seperti yang pernah dialami MrBeast sendiri ketika merilis alat pembuat thumbnail AI.(*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.