Jakarta

Ledakan Sekejap, Dampaknya Seumur Hidup: Bahaya Trauma Akustik Mengintai

Zainal Abidin | 12 November 2025, 19:15 WIB
Ledakan Sekejap, Dampaknya Seumur Hidup: Bahaya Trauma Akustik Mengintai

AKURAT JAKARTA - Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Pusat, tak hanya menimbulkan kepanikan, tapi juga meninggalkan dampak serius bagi sejumlah korban.

Sejumlah siswa dan warga sekitar dilaporkan mengalami trauma akustik akibat ledakan yang suaranya begitu keras hingga menembus gendang telinga.

Gangguan pendengaran ini membuat korban harus menjalani perawatan intensif agar fungsi pendengaran mereka bisa pulih secara bertahap.

Baca Juga: Tak Hanya Nasi, Ini Deretan Makanan Pokok Lokal yang Tak Kalah Bergizi

Kamu mungkin berpikir bahwa gangguan pendengaran hanya bisa terjadi karena usia atau kebisingan jangka panjang.

Padahal, trauma akustik akibat ledakan bisa terjadi hanya dalam hitungan detik.

Suara yang sangat keras, seperti dari ledakan atau tembakan, mampu menciptakan gelombang tekanan yang merusak bagian dalam telinga, terutama gendang telinga dan koklea yang berperan penting dalam proses pendengaran.

Baca Juga: Siapa Gus Elham? Pendakwah Muda Kediri yang Viral Karena 'Kokop' Anak Kecil

Menurut Audibel Hearing, trauma akustik merupakan cedera akut pada telinga bagian dalam yang bisa terjadi dalam waktu kurang dari satu detik, tetapi dampaknya bisa bertahan seumur hidup.

Berbeda dengan gangguan pendengaran yang berkembang perlahan, trauma akustik terjadi tiba-tiba dan sering disertai nyeri hebat.

Dalam beberapa kasus, tekanan suara ekstrem bahkan dapat menyebabkan robeknya gendang telinga.

Baca Juga: Sering Taruh Tabung Gas Langsung di Lantai, Begini Cara Ampuh Hilangkan Noda Karatnya

Gejala yang biasa dialami penderita trauma akustik antara lain perasaan penuh di telinga, dengingan (tinitus), hingga suara berdengung yang mengganggu.

Pada kondisi berat, kemampuan mendengar bisa menurun drastis atau bahkan hilang sama sekali.

Jika kamu mengalami perubahan pendengaran mendadak setelah terpapar suara keras, sebaiknya segera periksa ke dokter THT untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh.

Baca Juga: Jangan Remehkan Menahan Kencing, Tubuhmu Bisa Alami 5 Masalah Serius Ini!

Penanganan medis biasanya difokuskan pada pemulihan kondisi telinga dan pencegahan kerusakan lebih lanjut.

Dokter mungkin akan menyarankan agar kamu menghindari paparan kebisingan, menggunakan alat pelindung telinga, atau bahkan memakai alat bantu dengar jika dibutuhkan.

Peristiwa di SMAN 72 menjadi pengingat penting bahwa suara keras bukan sekadar gangguan sementara.

Baca Juga: Tak Hanya Sehat, Anggur Ternyata Rahasia Kulit Cerah dan Kencang

Dalam hitungan detik, ledakan dapat meninggalkan luka yang tak terlihat, namun berdampak seumur hidup. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.