Ternyata Berbahaya! Ini Alasan Kamu Harus Hindari Memakai Sandal Saat Naik Pesawat

AKURAT JAKARTA - Pernah nggak kamu berpikir soal alas kaki yang kamu gunakan saat naik pesawat?
Banyak orang merasa sandal atau sepatu terbuka adalah pilihan paling praktis karena mudah dilepas dan nyaman dipakai.
Namun, kenyataannya opsi tersebut justru bisa membuat perjalananmu kurang aman dan kurang nyaman jika terjadi situasi tertentu di kabin.
Sebelum kamu menyesal, ada baiknya memahami alasan mengapa sandal bukan pilihan ideal saat terbang.
Faktor keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan menjadi tiga aspek utama yang perlu kamu pertimbangkan sebelum berangkat.
Bahkan sejumlah pakar perjalanan juga menegaskan bahwa alas kaki memiliki peran krusial dalam situasi darurat.
Baca Juga: Cara Jitu Bikin Liburan Singkat Jadi Seru dan Penuh Kenangan
1. Risiko Keselamatan saat Evakuasi Darurat
Menurut laman Bagpack and Go, salah satu alasan utama kamu sebaiknya tidak memakai sandal saat naik pesawat adalah terkait keselamatan saat evakuasi darurat.
Jika terjadi insiden seperti pendaratan darurat atau kebakaran kabin, sandal sangat mudah terlepas dan membuat gerakanmu melambat.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Film Terbaru yang Tayang di Bioskop Pekan Ini, dari The First Ride hingga Dopamin
Selain itu, sandal tipis tidak memberikan perlindungan dari puing atau benda tajam di lantai kabin, sehingga meningkatkan risiko cedera.
Lorong pesawat yang sempit dan permukaan lantai yang licin juga bisa menyebabkan kamu terpeleset.
Dalam kondisi panik, stabilitas alas kaki sangat menentukan agar kamu bisa bergerak cepat menuju pintu evakuasi tanpa terjatuh.
Sepatu tertutup yang kokoh jauh lebih aman untuk situasi seperti ini.
2. Kebersihan Pesawat dan Risiko Terpapar
Dilansir dari American Heart Association, lantai kabin dan area toilet pesawat bukan tempat yang selalu bersih.
Baca Juga: Cibugary Farm, Wisata Peternakan Sapi Perah di Jakarta Timur yang Banyak Orang Belum Tahu
Jika kamu memakai sandal, kakimu bisa langsung bersentuhan dengan permukaan kotor atau basah.
Hal ini meningkatkan risiko terpapar bakteri, virus, atau jamur saat berjalan di lorong atau menuju toilet.
Sandal tipis juga tidak melindungi kakimu dari cipratan cairan atau kotoran yang mungkin tak terlihat.
Baca Juga: Waspada! Inilah 8 Kebiasaan Harian yang Diam-Diam Memicu Diabetes
Dengan memilih alas kaki tertutup, kamu bisa menjaga kaki tetap bersih dan terlindungi sepanjang perjalanan.
3. Kenyamanan Kaki, Sirkulasi Darah, Suhu, dan Pembengkakan
Duduk berjam-jam di pesawat dapat menyebabkan kaki bengkak dan aliran darah melambat.
Baca Juga: Jangan Asal Daftar! Begini Cara Menemukan Tempat Magang Terbaik
Sandal tidak memberikan dukungan memadai, sehingga kaki mudah pegal dan cepat lelah.
Sepatu tertutup yang pas justru membantu menjaga sirkulasi tetap lancar dan mengurangi ketidaknyamanan selama penerbangan jarak jauh.
Suhu kabin pesawat yang cenderung dingin juga membuat kaki cepat kedinginan jika memakai alas kaki terbuka.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Diam-Diam Memicu Overthinking dan Cara Menghindarinya
Dengan sepatu tertutup, kamu bisa menjaga kaki tetap hangat dan nyaman sepanjang perjalanan.
4. Perlindungan Kaki dari Cedera Selama Penerbangan
Laman Travel + Leisure menyebutkan bahwa kabin pesawat memiliki banyak kondisi yang bisa membuat kaki rentan cedera.
Baca Juga: Tanpa Kata-kata, Pahami Sinyal Pasanganmu Siap Berkomitmen Serius
Lorong sempit, bagasi atas yang dibuka-tutup, hingga penumpang lain yang tak sengaja menginjak kaki dapat menyebabkan cedera pada kaki yang tidak terlindungi.
Sandal tipis jelas tidak cukup kuat untuk menghindari risiko semacam ini.
Sepatu tertutup yang stabil memberi perlindungan ekstra, terutama saat kamu berjalan di lorong sempit atau naik turun tangga boarding.
Baca Juga: Inilah Kota-Kota Paling Bahagia 2025, Jakarta Ikut Masuk Daftar
Dengan memilih alas kaki yang tepat, perjalananmu akan jauh lebih aman dan nyaman. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


