Jakarta

Lawan Stigma dan Trauma: Aurelie Moeremans Ungkap Kisah Kelam "Grooming" dalam Memoar 'Broken Strings'

Titania Isnaenin | 15 Januari 2026, 22:26 WIB
Lawan Stigma dan Trauma: Aurelie Moeremans Ungkap Kisah Kelam "Grooming" dalam Memoar 'Broken Strings'


AKURAT JAKARTA – Aktris Aurelie Moeremans mengejutkan publik melalui keberaniannya merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah.

Buku yang dirilis secara gratis sejak 12 Oktober 2025 ini menjadi sorotan tajam lantaran mengungkap sisi gelap masa remaja sang aktris yang selama ini tertutup rapat dari sorotan kamera.

Melalui narasi yang jujur dan tanpa romantisasi, Aurelie membedah pengalaman traumatisnya sebagai korban grooming dan manipulasi emosional.

Ia mengungkapkan bahwa pada usia 15 tahun, ia terjebak dalam relasi toxic dengan seorang pria dewasa yang usianya hampir dua kali lipat darinya.

"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming saat umur 15 tahun... tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri," tulis Aurelie melalui unggahan di media sosialnya, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Iran Sebut Sanksi Ekonomi AS Ilegal dan Tak Manusiawi, Perdagangan Global Terancam

Dalam memoar tersebut, Aurelie menceritakan transformasinya dari seorang gadis yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi di Belgia menjadi bintang di Indonesia.

Namun, di puncak kariernya, ia justru mengalami kekerasan verbal, fisik, hingga seksual yang membuatnya terisolasi dari keluarga dan lingkungan sosial.

Bukan sekadar ajang bercerita, Broken Strings hadir sebagai bentuk terapi pemulihan diri bagi Aurelie.

Ia menggunakan buku ini untuk meluruskan berbagai rumor negatif yang sempat menerpanya di masa lalu, termasuk isu pernikahan tidak sah yang pernah viral.

Penulis menegaskan bahwa seluruh isi buku ditulis sepenuhnya dari perspektif korban untuk memberikan pemahaman mengenai ketimpangan kekuasaan dalam sebuah hubungan.

Baca Juga: Situasi Memanas, Negara-Negara Eropa Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran

Meski mengungkap kisah yang menyakitkan, Aurelie menekankan bahwa ia tidak berniat menyerang pihak mana pun; nama dan lokasi dalam buku sengaja disamarkan demi privasi.

Melalui Broken Strings, Aurelie ingin membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai kesehatan mental dan keberanian untuk bertahan hidup (survivorship).

Ia membuktikan bahwa luka masa lalu, meski membekas, dapat diolah menjadi kekuatan untuk melangkah maju.

"Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku," pungkasnya. Buku ini kini menjadi referensi penting bagi publik dalam memahami bahaya grooming serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses penyembuhan trauma psikologis. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.