Iran Sebut Sanksi Ekonomi AS Ilegal dan Tak Manusiawi, Perdagangan Global Terancam

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri merespons keras kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan menaikkan bea masuk bagi negara-negara yang menjalin hubungan dagang dengan Teheran.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai tindakan paksaan sepihak yang dapat merusak stabilitas sistem ekonomi global.
Ketegangan ini berawal dari pernyataan Donald Trump melalui platform Truth Social pada Senin (12/1/2026).
Dalam unggahan tersebut, Trump menegaskan bahwa negara mana pun yang nekat berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk setiap aktivitas bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat.
Langkah ini disebut sebagai salah satu upaya Washington untuk mengisolasi ekonomi Iran secara total dari panggung global.
Baca Juga: Situasi Memanas, Negara-Negara Eropa Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran
Pelanggaran Hukum Internasional
Menanggapi ancaman tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, memperingatkan adanya konsekuensi berbahaya bagi tatanan perdagangan dunia.
Teheran menilai tindakan Amerika Serikat ini bukan hanya sekadar urusan ekonomi, melainkan bentuk sanksi yang tidak manusiawi.
"Juru bicara mengingatkan tentang konsekuensi berbahaya dari tindakan paksaan sepihak oleh AS terhadap sistem perdagangan internasional," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Pasar Modal Cetak Rekor, Rupiah Parkir di Level Rp16.865 per Dolar AS
Baghaei juga menyoroti bahwa sanksi ekonomi tersebut sangat kontradiktif dengan norma dasar yang berlaku dalam Piagam PBB serta hukum internasional.
Ia menegaskan bahwa kebijakan AS tersebut bersifat ilegal dan mengabaikan prinsip-prinsip perdagangan bebas yang disepakati dunia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








