Bahaya Mengonsumsi Roti Berjamur yang Sering Dianggap Sepele

AKURAT JAKARTA - Banyak orang masih menganggap roti berjamur aman dikonsumsi dengan cara memotong bagian yang tampak rusak dan memakan sisanya.
Anggapan tersebut keliru karena jamur pada roti tidak hanya tumbuh di permukaan, tetapi juga menyebar ke bagian dalam yang tak terlihat.
Struktur roti yang lembut dan berpori membuat akar jamur mudah menembus ke seluruh bagian roti tanpa bisa dikenali secara kasat mata.
Baca Juga: Pantai Oetune, Pesona Gurun Laut di Timur Nusantara
Jamur roti memiliki akar mikroskopis yang disebut miselium, yang dapat menghasilkan mikotoksin berbahaya bagi kesehatan manusia.
Mikotoksin adalah zat beracun yang tetap bertahan meskipun bagian roti yang tampak berjamur telah dibuang atau dipotong.
Paparan mikotoksin dalam jangka pendek dapat memicu mual, muntah, dan gangguan pencernaan pada sebagian orang yang sensitif.
Baca Juga: Sempat Alami Panic Attack Pasca-Melahirkan, Meghan Trainor Kini Sambut Anak Ketiga Lewat 'Surrogate'
Jika dikonsumsi terus-menerus, mikotoksin berisiko menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang yang tidak boleh dianggap remeh.
Jamur yang paling sering tumbuh pada roti memiliki nama ilmiah Rhizopus stolonifer, yang juga dikenal sebagai black bread mold.
Jamur ini biasanya terlihat sebagai bercak biru kehijauan yang kemudian menghitam di bagian tengah saat sudah matang.
Baca Juga: Waspada Bahaya Air Saat Badai Petir, Ancaman Listrik yang Sering Diabaikan di Rumah
Warna hitam tersebut menandakan jamur telah siap berkembang biak dan melepaskan spora ke udara sekitar.
Spora jamur bersifat sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata, namun dapat menyebar luas dan mencemari seluruh roti.
Jamur roti tersusun atas hifa dan sporangium yang berperan penting dalam proses pertumbuhan dan penyebaran spora.
Baca Juga: Keraton Surakarta Hadiningrat, Pesona Wisata Budaya Kota Solo
Bagian jamur yang terlihat oleh mata hanyalah sporangium, sementara hifa terutama rizoid telah menembus jauh ke dalam roti.
Inilah alasan utama mengapa roti berjamur sebaiknya dibuang seluruhnya, bukan hanya bagian yang tampak rusak saja.
Baca Juga: Gastritis: Radang Lambung yang Sering Diabaikan, Tapi Bisa Berujung Serius
Jamur roti dapat tumbuh optimal pada suhu antara 15 hingga 30 derajat Celsius, yang umum terjadi di suhu ruang tropis.
Menyimpan roti terlalu lama di suhu ruang meningkatkan risiko pertumbuhan jamur meskipun roti masih terlihat baik.
Untuk penyimpanan lebih lama, roti sebaiknya disimpan di lemari pendingin atau dibekukan agar pertumbuhan jamur terhambat.
Baca Juga: Menghabiskan Antibiotik Bukan Sekadar Aturan, Ini Alasan Medis di Baliknya
Saat akan dikonsumsi kembali, roti beku dapat dihangatkan tanpa mengurangi keamanan selama tidak ada tanda jamur.
Membiasakan diri memeriksa makanan sebelum dikonsumsi merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan keluarga.
Periksa kemasan roti, tanggal produksi, serta tanggal kedaluwarsa untuk memastikan produk masih layak dikonsumsi.
Baca Juga: Kelas! Pariwisata Indonesia Raih Puluhan Penghargaan Internasional Bergengsi
Selain itu, perhatikan perubahan warna, aroma, dan tekstur karena tanda tersebut sering muncul sebelum jamur terlihat jelas.
Jika ditemukan bercak jamur sekecil apa pun, sebaiknya roti langsung dibuang demi menghindari risiko kesehatan tersembunyi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 4Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





