Jakarta

Suka Tunjang? Begini Cara Menikmatinya Agar Tetap Sehat

Zainal Abidin | 2 Februari 2026, 08:00 WIB
Suka Tunjang? Begini Cara Menikmatinya Agar Tetap Sehat

AKURAT JAKARTA - Tunjang adalah bagian kaki sapi yang terdiri dari kulit, tendon, serta tulang rawan dan dikenal memiliki tekstur kenyal yang khas.

Bahan makanan ini sangat populer dalam kuliner Indonesia terutama pada masakan Padang seperti gulai tunjang dan sop kaki sapi.

Rasanya yang gurih dan lembut membuat tunjang sering menjadi pilihan hidangan favorit saat berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga: 4 Destinasi Wisata Keluarga Populer di Jakarta, Seru, Edukatif, dan Ramah Kantong

Selain nikmat untuk disantap, tunjang ternyata menyimpan berbagai kandungan nutrisi penting yang baik bagi kesehatan tubuh.

Salah satu kandungan utama pada tunjang adalah kolagen yang dikenal mampu membantu menjaga kesehatan sendi dan jaringan tubuh.

Karena alasan inilah tunjang sering dianggap sebagai makanan tradisional yang memiliki manfaat cukup besar bagi tubuh manusia.

Baca Juga: 5 Spot Favorit Perayaan Imlek 2026 di Jakarta yang Paling Meriah dan Wajib Dikunjungi

Kandungan kolagen pada tunjang berperan penting dalam menjaga kelenturan sendi serta memperkuat struktur tulang rawan.

Manfaat lain dari kolagen adalah membantu meningkatkan elastisitas kulit sehingga kulit tampak lebih sehat dan terjaga kelembapannya.

Gelatin alami yang dihasilkan dari proses memasak tunjang juga dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dengan lebih baik.

Baca Juga: Kampung Main Cipulir, Wisata Murah dan Asri di Jakarta Selatan

Walaupun memiliki banyak manfaat, konsumsi tunjang tetap harus dilakukan dengan bijak dan tidak boleh secara berlebihan.

Tunjang termasuk makanan yang cukup tinggi lemak jenuh dan kolesterol sehingga kurang cocok dikonsumsi terlalu sering.

Jika diolah dengan santan kental atau digoreng, kandungan kalorinya bisa meningkat dan memicu masalah kesehatan tertentu.

Baca Juga: Sambut Imlek 2026, Mall Alam Sutera Tangerang Hadirkan Red in Harmony: Ragam Budaya dan Hiburan, Berikut Rangkaian Acaranya

Bagi orang yang memiliki riwayat asam urat, konsumsi tunjang berlebihan dapat memicu kenaikan kadar purin dalam tubuh.

Karena itu penderita kolesterol tinggi, tekanan darah, atau penyakit jantung sebaiknya membatasi porsi makan tunjang.

Pengolahan yang kurang tepat juga dapat membuat hidangan tunjang menjadi kurang sehat untuk dikonsumsi setiap hari.

Baca Juga: Lebih Tipis dan Canggih, Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Series Disebut Usung Desain 'Camera Plateau'

Ibu hamil dan menyusui sebenarnya tetap boleh menikmati tunjang asalkan dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.

Kolagen pada tunjang dapat membantu pemulihan tubuh ibu setelah melahirkan serta menjaga kesehatan persendian.

Namun akan lebih aman jika tunjang dimasak dengan cara direbus tanpa tambahan santan atau minyak berlebih.

Baca Juga: Menjemput Malam Nisfu Sya'ban, Keutamaan dan Panduan Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Agar tetap aman, konsumsi tunjang sebaiknya dibatasi maksimal satu hingga dua kali saja dalam satu pekan.

Sajikan tunjang bersama sayuran segar agar asupan serat meningkat dan lemak dalam makanan dapat lebih seimbang.

Minum air putih yang cukup setelah makan tunjang juga penting untuk membantu proses metabolisme tubuh.

Baca Juga: Waspada Aplikasi Palsu FF Beta 2026 Jujutsu Kaisen, Ini Cara Aman Akses Fitur Terbaru

Dengan cara pengolahan yang tepat, tunjang bisa tetap menjadi makanan lezat tanpa harus mengganggu kesehatan tubuh.

Kuncinya adalah mengontrol porsi makan serta menghindari metode masak yang terlalu banyak menggunakan lemak jenuh.

Konsumsi secara bijak akan membuat manfaat tunjang lebih terasa tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan di masa depan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.