Jakarta

Relevansi Tes Genomik Meningkat, Layanan Medis Personalisasi Jadi Kebutuhan Masa Depan

Yusuf Doank | 20 Februari 2026, 13:56 WIB
Relevansi Tes Genomik Meningkat, Layanan Medis Personalisasi Jadi Kebutuhan Masa Depan

 

AKURAT JAKARTA — Perkembangan ilmu kedokteran kini bergerak cepat menuju era personalized medicine, di mana pencegahan dan terapi kesehatan disesuaikan dengan profil biologis setiap individu.

Topik ini menjadi sorotan dalam sesi Healthy Talk pada perayaan Imlek yang digelar Laboratorium CITO di Grand Mercure Surabaya, Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Dokter spesialis forensik, Jefman Efendi Marzuki HY, menjelaskan bahwa pemeriksaan genomik kini tidak lagi sebatas penelitian atau teknologi masa depan.

Baca Juga: Tips Kesehatan, Jus Jeruk Jahe Cara Alami Jaga Imunitas Tubuh

Menurutnya, tes genetik sudah mulai berperan dalam membantu masyarakat memahami risiko penyakit sebelum gejala muncul.

“Dengan pemeriksaan genomik, seseorang dapat mengetahui kecenderungan risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik. Ini membuka peluang intervensi dini yang jauh lebih efektif,” jelasnya.

Dia menambahkan, pendekatan kesehatan modern kini beralih dari kuratif menjadi preventif. Artinya, masyarakat tidak lagi menunggu sakit untuk memeriksakan diri, melainkan mulai memanfaatkan teknologi untuk menjaga kesehatan sejak awal.

Baca Juga: Simak! Berdasarkan Data BPBD DKI, 76 RT dan 6 Ruas Jalan di Jakarta Masih Tergenang Banjir, Berikut Titik Lokasinya

Fenomena ini turut mendorong transformasi layanan laboratorium medis. Direktur Bisnis Laboratorium Medis CITO, Badru Rochmat, menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama evolusi layanan kesehatan.

Menurut Badru, masyarakat modern menuntut layanan yang lebih cepat, personal, dan berbasis teknologi digital. “Kebutuhan pasien kini berubah. Mereka ingin layanan yang akurat, praktis, dan relevan dengan kebutuhan nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa integrasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan layanan digital, menjadi langkah penting untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di masa depan.

Dari diskusi tersebut memperlihatkan bahwa masa depan layanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada pengobatan, tetapi juga pada kemampuan memprediksi dan mencegah penyakit melalui pendekatan ilmiah yang lebih personal.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y