Panduan Puasa Sehat Bagi Diabetesi, Begini Cara Aman Jaga Gula Darah Tetap Stabil

AKURAT JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak penyandang diabetes (diabetesi) yang penasaran apakah mereka tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman.
Kabar baiknya, jika dilakukan dengan pola yang tepat, puasa justru bisa menjadi momen 'reset' yang bermanfaat bagi metabolisme tubuh.
Prof. dr. Hari Hendarto, Sp. P.D, Subsp. E.M.D. (K), Ph.D, MARS, selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes dari Eka Hospital BSD, menjelaskan bahwa puasa bagi diabetesi memberikan dampak positif jika dibarengi dengan pantauan medis yang tepat.
Baca Juga: Waspada Keracunan Makanan pada Anak, Ini Gejala dan Pencegahan Dini
Mengenal Tantangan Utama Diabetesi Saat Berpuasa
Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Prof. Hari menyebut tantangan terbesar saat berpuasa adalah menghindari dua kondisi ekstrem:
Hipoglikemia: Penurunan gula darah drastis di bawah 70 mg/dL yang memicu pusing, gemetar, hingga lemas. Biasanya terjadi pada siang hari.
Hiperglikemia: Lonjakan gula darah yang tidak terkendali akibat asupan karbohidrat atau gula berlebih, yang rentan terjadi saat waktu berbuka.
Siapa Saja yang Diperbolehkan Berpuasa?
Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 dengan kondisi gula darah terkontrol diperbolehkan berpuasa. Namun, keputusan ini harus didasarkan pada anjuran medis.
Penyandang diabetes tipe 1 dengan gula darah tidak terkontrol, pasien gagal ginjal, atau ibu hamil memerlukan penilaian khusus dari dokter. Sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya 2-4 minggu sebelum Ramadan dimulai.
Deretan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Diabetesi
Jika dijalankan dengan pola makan dan pemantauan yang benar, puasa memberikan dampak positif yang signifikan bagi sistem hormonal:
Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Membantu sel tubuh lebih peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah dikelola.
Kontrol Berat Badan dan Lemak: Penurunan berat badan selama puasa membantu mengurangi lemak visceral (lemak perut).
Perbaikan HbA1c: Puasa secara bertahap dapat memperbaiki rata-rata kadar gula darah dalam jangka panjang (3 bulan).
Kesehatan Jantung: Membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol.
Tips Aman Berpuasa: Pola 2-4-2 hingga Pantau Mandiri
Agar kondisi fisik tetap prima, Prof. Hari menganjurkan diabetesi mengikuti panduan berikut:
Pantau Gula Darah Mandiri: Lakukan pengecekan rutin pada pagi, siang, dan sore hari. Melakukan tes darah jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis dan agama.
Cukupi Cairan dengan Pola 2-4-2: Minum 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur guna mencegah dehidrasi.
Kenali Kapan Harus Berhenti: Segera batalkan puasa jika gula darah berada di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL.
Ikuti Perintah Dokter: Jangan pernah mengubah dosis obat atau insulin sendiri. Biasanya, dokter akan menyesuaikan jadwal obat sesuai ritme Ramadan Anda.
Aturan Makan: Fokus Karbohidrat Kompleks dan Hindari 'Balas Dendam'
Nutrisi saat sahur dan berbuka sangat menentukan keberhasilan puasa seorang diabetesi:
Saat Sahur: Fokus pada karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum, sayuran) yang melepaskan gula secara perlahan, ditambah protein berkualitas agar kenyang lebih lama.
Saat Berbuka: Hindari fenomena 'balas dendam'. Mulailah dengan air putih dan 1-3 butir kurma. Hindari gorengan serta kolak manis secara berlebihan agar kerja pankreas tidak terbebani.
Puasa bisa menjadi momen transisi yang hebat untuk memperbaiki pola hidup. Namun, karena kondisi setiap diabetesi sangat personal, pendampingan dari dokter ahli seperti Prof. Hari Hendarto di Eka Hospital BSD adalah kunci utama keselamatan ibadah Anda. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


