Thrifting Bisa Jadi Bumerang Jika Kamu Membeli 4 Jenis Barang Ini

AKURAT JAKARTA - Saat berbelanja di toko barang bekas atau thrifting, kamu perlu lebih teliti sebelum memutuskan membawa pulang suatu barang.
Beberapa produk justru berpotensi menimbulkan kerugian karena sulit dibersihkan, cepat rusak, atau membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Agar tidak menyesal setelah membeli, ada beberapa jenis barang yang sebaiknya dihindari saat thrifting.
1. Baju dengan Noda atau Lubang
Menemukan pakaian bermerek dengan harga murah memang menggiurkan.
Namun, sebaiknya hindari membeli baju yang memiliki noda membandel atau lubang yang cukup besar.
Noda tertentu sering kali sulit dihilangkan meskipun sudah dicuci berkali-kali.
Sementara itu, pakaian yang berlubang mungkin memerlukan biaya tambahan untuk diperbaiki dan hasilnya belum tentu kembali seperti semula.
Sebelum membeli, periksa seluruh bagian pakaian dengan teliti agar tidak menemukan kerusakan yang terlewat.
2. Furnitur Berlapis Kain
Furnitur bekas seperti sofa atau kursi berlapis kain sering dijual dengan harga menarik.
Meski terlihat masih layak pakai, jenis barang ini sebaiknya diperiksa dengan sangat hati-hati.
Lapisan kain dapat menyimpan debu, jamur, tungau, bahkan serangga yang sulit dideteksi.
Selain itu, proses pembersihannya juga tidak selalu mudah dan terkadang membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar.
Jika kondisi kebersihannya diragukan, lebih baik mencari pilihan lain yang lebih aman.
Baca Juga: Tanpa Disadari, 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker
=====
3. Barang yang Terlalu Mahal
Salah satu tujuan utama thrifting adalah mendapatkan barang dengan harga lebih hemat.
Karena itu, kamu perlu waspada jika menemukan barang bekas yang dijual dengan harga hampir sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan produk baru.
Sebelum membeli, luangkan waktu untuk membandingkan harga dengan barang serupa di pasaran.
Dengan cara ini, kamu bisa memastikan bahwa pembelian tersebut benar-benar menguntungkan dan sesuai dengan nilai barang yang ditawarkan.
4. Barang yang Bau Menyengat
Bau tidak sedap pada barang bekas bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius.
Aroma apek, bau asap rokok, atau bau lembap terkadang sulit dihilangkan meskipun barang sudah dibersihkan berkali-kali.
Selain mengganggu kenyamanan, bau menyengat juga dapat menandakan adanya jamur atau kerusakan pada material barang tersebut.
Jika aromanya sangat kuat, sebaiknya pertimbangkan kembali sebelum membeli.
Thrifting tetap bisa menjadi cara cerdas untuk berhemat selama dilakukan dengan teliti.
Dengan menghindari barang-barang yang berpotensi bermasalah, kamu bisa mendapatkan produk berkualitas tanpa harus menghadapi risiko kerusakan atau biaya tambahan di kemudian hari. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



