Lawan Komersialisasi, Pertunjukan Musik di Bandung Ini Ganti Tiket Konser dengan Beras

AKURAT JAKARTA – Di tengah melambungnya harga tiket konser musik komersial, sebuah pertunjukan musik (gigs) independen beraliran hardcore punk di Bandung, Jawa Barat, menggebrak dengan konsep tidak biasa.
Alih-alih menggunakan uang, penyelenggara mewajibkan penonton membawa beras sebagai syarat masuk venue.
Aksi kolektif bertajuk "Decontrol Showcase" tersebut sukses digelar pada Jumat (19/6/2026) lalu. Konser ini menampilkan sejumlah band kenamaan dari skena bawah tanah (underground) Bandung, seperti Unacceptable Punk, BARBED WIRE!, Bottled Violent, Arogan, Egofatum, Kataliz, hingga Cheriz.
Baca Juga: PPATK Ungkap Daftar Kecamatan Jabodetabek dengan Pemain Judi Online Terbanyak
Pihak penyelenggara menegaskan, penggunaan komoditas pangan sebagai pengganti tiket ini bukan sekadar strategi promosi (gimmick), melainkan bentuk respons nyata terhadap arah industri hiburan yang dinilai kian kapitalistis.
"Gagasan ini berangkat dari pertanyaan sederhana dari kami, apakah musik hanya akan menjadi komoditas yang diperjualbelikan, atau masih bisa menjadi ruang untuk membangun solidaritas nyata?" tulis pernyataan resmi Unacceptable Punk, dikutip Kamis (25/6/2026).
Seluruh beras yang berhasil dihimpun dari para penonton hulu ke hilir selama acara berlangsung tidak akan dijual kembali.
Manajemen kolektif akan menyalurkan donasi tersebut untuk mendirikan lumbung pangan mandiri demi membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Beras yang terkumpul akan menjadi bagian dari upaya membangun lumbung pangan bersama, sebuah bentuk gotong royong yang berangkat dari kebutuhan riil, bukan sekadar simbol," tambah mereka.
Melalui gerakan "Decontrol Showcase", komunitas ini melayangkan kritik tajam terhadap pergeseran budaya tontonan di Indonesia, di mana pengalaman kolektif menikmati musik perlahan direduksi menjadi sekadar produk konsumsi bernilai tinggi.
Dengan memanfaatkan ruang pertunjukan sebagai wadah sosial, skena hardcore punk Bandung membuktikan bahwa musik masih memiliki daya tawar tinggi untuk menggerakkan aksi kemanusiaan, menghimpun logistik, serta mempraktikkan solidaritas langsung di tingkat akar rumput.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





