Semakin Banyak Orang Memilih Tetap Lajang, Ternyata Bukan Karena Tak Laku

AKURAT JAKARTA - Selama bertahun-tahun, menikah sering dianggap sebagai pencapaian yang harus diraih setiap orang dewasa.
Namun, pandangan tersebut mulai bergeser.
Kini, semakin banyak orang memilih tetap melajang bukan karena belum menemukan pasangan, melainkan karena merasa hidup mereka sudah bahagia dan bermakna.
Fenomena ini semakin terlihat di berbagai negara.
Para psikolog menilai status lajang kini semakin dipandang sebagai pilihan hidup yang sah, bukan kondisi yang harus segera diubah.
Banyak orang lebih mengutamakan kesejahteraan diri, karier, kesehatan mental, hingga kebebasan menentukan arah hidup dibanding merasa harus segera menikah.
Perubahan cara pandang ini juga dipengaruhi oleh kesadaran bahwa kualitas hidup tidak ditentukan oleh status hubungan.
Seseorang tetap dapat memiliki kehidupan yang sehat, produktif, dan memuaskan meski tidak memiliki pasangan.
Selain itu, masa lajang kini dianggap sebagai kesempatan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.
Banyak orang memanfaatkan waktu tersebut untuk membangun karier, memperbaiki kondisi finansial, menjaga kesehatan mental, atau mengejar berbagai tujuan pribadi yang sebelumnya tertunda.
Baca Juga: Generasi Alpha dan AI: Batas Tipis antara Membantu Belajar dan Membuat Anak Bergantung
=====
Para ahli juga menilai kehidupan tanpa hubungan yang penuh konflik dapat membantu mengurangi tekanan emosional.
Bagi sebagian orang, hidup sendiri justru memberikan ketenangan, ruang untuk berkembang, dan kesempatan menetapkan prioritas sesuai kebutuhan pribadi.
Meski memilih melajang, bukan berarti seseorang hidup dalam kesepian.
Banyak orang tetap memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, sahabat, maupun komunitas sehingga kebutuhan emosional tetap terpenuhi tanpa harus bergantung pada hubungan romantis.
Perubahan pola pikir ini menunjukkan bahwa definisi kehidupan yang bahagia kini semakin beragam.
Jika dulu menikah dianggap sebagai ukuran utama keberhasilan hidup, kini semakin banyak orang meyakini bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui berbagai cara, termasuk dengan memilih tetap melajang secara sadar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





