Dari Panggung ke Dunia Virtual, Rolling Stones Pilih Roblox untuk Jangkau Generasi Z dan Alpha

AKURAT JAKARTA - Band legendaris Rolling Stones memilih cara yang tidak biasa untuk memperkenalkan karya terbarunya.
Alih-alih hanya mengandalkan platform musik atau konser, grup rock yang telah berkiprah selama lebih dari enam dekade itu justru masuk ke dunia Roblox.
Melalui pengalaman interaktif yang diluncurkan bertepatan dengan perilisan album Foreign Tongues, penggemar diajak menjelajahi perjalanan musik Rolling Stones selama 60 tahun dalam format permainan digital.
Langkah ini menunjukkan bagaimana industri musik terus beradaptasi dengan perubahan kebiasaan generasi muda dalam menikmati hiburan.
Roblox kini tidak lagi dipandang hanya sebagai platform gim, melainkan ruang virtual tempat musisi, merek, hingga kreator membangun pengalaman yang lebih interaktif dengan penggemarnya.
Kehadiran Rolling Stones menjadi bukti bahwa bahkan band lintas generasi pun mulai memanfaatkan dunia virtual untuk memperluas jangkauan audiens.
Tak hanya menghadirkan pengalaman bermain, Rolling Stones juga menggandeng komunitas kreator Roblox untuk menghidupkan kembali logo ikonik tongue-and-lips dalam bentuk merchandise virtual yang dapat digunakan avatar pemain maupun produk fisik di dunia nyata.
Strategi ini menjadi cara baru memperkenalkan identitas band kepada generasi yang mungkin belum pernah menyaksikan penampilan mereka secara langsung.
Penggemar lama memperoleh pengalaman nostalgia, sementara generasi muda mengenal Rolling Stones melalui media yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Di saat yang sama, Rolling Stones juga merilis album studio ke-25 bertajuk Foreign Tongues yang berisi 14 lagu.
=====
Album tersebut menghadirkan kolaborasi dengan sejumlah musisi ternama serta penampilan spesial mendiang Charlie Watts yang direkam sebelum wafat pada 2021.
Fenomena ini menunjukkan bahwa usia sebuah band bukan lagi penghalang untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Justru, menggabungkan musik, gim, dan dunia virtual menjadi salah satu strategi agar karya tetap relevan dan mampu menjangkau penggemar lintas generasi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






