Jakarta

Bukan Cuma Bikin Lupa Waktu, Kecanduan Video Pendek Bisa Ganggu Cara Otak Bekerja

Anggerhana Denni Rahmawati | 26 Agustus 2026, 06:30 WIB
Bukan Cuma Bikin Lupa Waktu, Kecanduan Video Pendek Bisa Ganggu Cara Otak Bekerja
Kecanduan video pendek diam-diam ganggu fungsi kognitif. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Pernah berniat menonton satu video pendek, tetapi tanpa sadar sudah berjam-jam menggulir layar?

Kebiasaan tersebut mulai menjadi perhatian para ilmuwan dan dikenal sebagai Short Video Addiction (SVA).

Masalahnya bukan hanya waktu yang terbuang.

Kecanduan video pendek juga dikaitkan dengan gangguan fungsi kognitif, termasuk perhatian, pengendalian diri, pengambilan keputusan, dan memori.

Temuan tersebut berasal dari studi Short video addiction and its impact on cognitive functioning in adolescents and youth: a systematic review oleh Mona, A, et al.

Penelitian itu menganalisis 23 studi mengenai kecanduan video pendek pada remaja dan orang dewasa.

Salah satu dampak yang ditemukan adalah terganggunya kemampuan mempertahankan perhatian.

Pengguna yang kecanduan video pendek dapat lebih sulit berkonsentrasi pada satu tugas dan mengalihkan perhatian ketika diperlukan.

Hal ini bisa terasa ketika seseorang sedang belajar atau membaca, tetapi terus terdorong untuk memeriksa ponsel dan mencari video baru.

Kebiasaan tersebut juga berkaitan dengan pengendalian diri.

Baca Juga: Bukan Sekadar Belajar Gratis di IPB, Kisah Aulia Buktikan KIP Kuliah Bisa Jadi Jalan Menuju Lulusan Terbaik

Orang dengan kemampuan kontrol diri rendah lebih rentan mengalami penggunaan video pendek secara berlebihan dan kompulsif.

Dalam penelitian terhadap mahasiswa, penggunaan video pendek secara adiktif dikaitkan dengan meningkatnya sensitivitas terhadap imbalan dan kecenderungan memilih kepuasan segera.

Video pendek memberikan hiburan hanya dalam hitungan detik.

Sebaliknya, belajar, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan kepuasan.

Pola ini dapat membuat aktivitas yang membutuhkan konsentrasi panjang terasa lebih sulit dilakukan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.