Jakarta

Dampak Karhutla Memburuk, Puluhan Ribu Warga Kalimantan Selatan Terserang ISPA

Aisya Nur Aziza | 27 Agustus 2026, 06:27 WIB
Dampak Karhutla Memburuk, Puluhan Ribu Warga Kalimantan Selatan Terserang ISPA
Ilustrasi, Karhutla (Dok. Kementerian Kehutanan)

AKURAT JAKARTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan catat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 36.196 kasus sepanjang pekan ke-28 hingga ke-32 tahun 2026.

Peningkatkan tren kasus ini terjadi bertepatan dengan maraknya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ruteng Diguncang Gempa 4,6 Magnitudo, BMKG Imbau Warga Waspada

Tren Peningkatan Kasus dari Pekan ke Pekan

Kepala Dinkes Kalimantan Selatan, Diauddin, mengungkapkan bahwa data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) hingga 22 Agustus 2026 memperlihatkan kenaikan yang konsisten di tiap pekannya.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kalsel, rincian laju kenaikan kasus ISPA selama lima pekan terakhir tercatat sebagai berikut:

  • Minggu ke-28: 5.319 kasus

  • Minggu ke-29: 6.460 kasus

  • Minggu ke-30: 7.617 kasus

  • Minggu ke-31: 8.342 kasus

  • Minggu ke-32: 8.458 kasus

Meski angka pada minggu ke-32 menjadi yang tertinggi, Diauddin menyebutkan bahwa laju pertumbuhannya mulai melambat.

Selisih kenaikan dari minggu ke-31 ke minggu ke-32 tercatat hanya bertambah 116 kasus, jauh lebih rendah ketimbang lonjakan pada pekan-pekan sebelumnya.

"Kewaspadaan tetap tidak boleh diturunkan. Pemantauan dan pemetaan surveilans terus kami jalankan secara berkelanjutan berkolaborasi dengan Dinkes di tingkat kabupaten dan kota," tegas Diauddin.

Tiga Daerah Penyumbang Kasus Terbanyak

Pada pekan ke-32, lima wilayah dengan sebaran kasus ISPA tertinggi didominasi oleh kawasan perkotaan dan penyangga:

  • Kota Banjarmasin: 1.603 kasus

  • Kota Banjarbaru: 1.142 kasus

  • Kabupaten Banjar: 1.135 kasus

  • Kabupaten Tanah Laut: 751 kasus

  • Kabupaten Kotabaru: 538 kasus

Dimana gabungan dari tiga daerah teratas yakni Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar sendiri telah menyumbang sekitar 45,9 persen dari total keseluruhan laporan ISPA pada pekan tersebut.

Adapun Dinkes Kalsel mengimbau publik untuk menyikapi data SKDR ini secara bijak.

Jumlah laporan sangat dipengaruhi oleh variabel dinamika daerah, seperti kepadatan penduduk, tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan, hingga kedisiplinan pencatatan di masing-masing wilayah.

Selain itu, pihak otoritas kesehatan menegaskan bahwa peningkatan kasus ISPA tidak bisa serta-merta ditunjuk akibat dampak karhutla semata.

"Kami masih mengkaji keterkaitan data medis ini dengan penurunan kualitas udara, kondisi cuaca, serta faktor-faktor eksternal lainnya secara komprehensif berdasarkan fakta di lapangan," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.