BRIN Jelaskan Dasar Ilmiah Penggunaan Pati Singkong sebagai Peredam Api

AKURAT JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa penggunaan pati singkong sebagai retardan pemadam kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Periset Kimia Molekuler BRIN, Julinton, menjelaskan bahwa struktur polisakarida pada pati singkong kaya akan gugus hidroksil yang dapat dimodifikasi secara kimiawi.
Namun, Julinton menekankan bahwa pati singkong tidak bisa berdiri sendiri saat penyemprotan.
Dimana ia tetap membutuhkan air untuk menyerap energi panas dan menurunkan suhu vegetasi.
Baca Juga: Respons Inovasi Polri, Prabowo Instruksikan Pengembangan Pemadam Berbahan Ubi
Serta pati singkong yang termodifikasi untuk meningkatkan daya rekat (adhesi) dan menahan air agar tidak cepat menguap.
Selain itu, perlu juga Wetting Agent (Konsentrasi Rendah) yang membantu cairan meresap hingga ke celah vegetasi terdalam dan Ammonium Polyphosphate (APP) untuk memberikan perlindungan retardasi kimia saat terpapar suhu tinggi.
"Bahan ini dirancang bekerja melalui beberapa mekanisme yang saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material menerima panas," jelasnya.
Meski demikian, uji laboratorium dan validasi lapangan tetap wajib dilakukan untuk mengukur efektivitas serta dampak lingkungannya.
ormulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur," ujarnya, dikutip dari laman BRIN. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





