Jangan Balas Silent Treatment dengan Diam, Begini Cara Menghadapinya

AKURAT JAKARTA - Pertengkaran dalam hubungan tidak selalu berakhir dengan suara keras.
Ada kalanya konflik justru berubah menjadi keheningan ketika salah satu pasangan berhenti berbicara dan menolak berkomunikasi.
Kondisi seperti ini dikenal sebagai silent treatment.
Namun, tidak semua sikap diam saat konflik dapat disebut silent treatment.
Seseorang tetap bisa mengambil waktu untuk menenangkan diri selama ia memberi tahu pasangannya bahwa percakapan akan dilanjutkan setelah emosinya lebih terkendali.
Psikolog Amelia Kelley, PhD, menjelaskan perbedaan tersebut.
Mengambil jarak bertujuan untuk mengatur emosi sebelum kembali membahas masalah, sedangkan silent treatment dapat membuat pasangan merasa ditolak, tidak aman, dan sengaja diabaikan.
Masalahnya, ketika menghadapi pasangan yang memilih diam, seseorang bisa tergoda melakukan hal yang sama.
Padahal, membalas diam dengan diam justru membuat persoalan semakin sulit diselesaikan.
"Tidak ada yang akan terselesaikan jika kalian berdua memutuskan untuk berhenti bicara sama sekali," ujar Kelley.
Baca Juga: Sekolah Gratis Dibahas, Nasib 12 Juta Siswa Madrasah Swasta Ikut Dipertaruhkan
Karena itu, respons terhadap silent treatment bukan berarti terus mengejar pasangan agar mau berbicara.
Kelley juga mengingatkan agar seseorang tidak buru-buru mengalah hanya demi mengakhiri suasana tidak nyaman.
"Menoleransi perilaku buruk tidak mendorong perubahan," katanya.
Alih-alih memaksa pasangan berbicara, seseorang dapat menjelaskan dampak perilaku tersebut terhadap dirinya.
Cara ini bisa dilakukan menggunakan "I statements", yaitu menyampaikan perasaan dan kebutuhan dari sudut pandang diri sendiri tanpa langsung menyerang pasangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Irlandia vs Austria di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan
- 2Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di UNL, 30 September 2026: Mampukah The Tartan Army Hentikan Nati?
- 3Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di UNL, 30 September 2026: Memburu Kemenangan Pertama di Ljubljana
- 4Prediksi Skor Luksemburg vs Islandia di UNL, 30 September 2026: Red Lions Ingin Pertahankan Momentum
- 5Prediksi Skor Wales vs Norwegia di UNL, 2 Oktober 2026: Mampukah The Dragons Bangkit di Cardiff?
- 6Prediksi Skor Slovakia vs Kazakhstan di UNL, 30 September 2026: Bisakah The Falcons Hentikan Dominasi Lawan?
- 7Prediksi Skor Komoro vs Namibia di Kualifikasi Piala Afrika 2027, 29 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kuat di Moroni
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Estonia di UNL, 30 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






