Jakarta

Jangan Balas Silent Treatment dengan Diam, Begini Cara Menghadapinya

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 Oktober 2026, 12:45 WIB
Jangan Balas Silent Treatment dengan Diam, Begini Cara Menghadapinya
Ilustrasi silent treatmen dalam suatu hubungan. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Pertengkaran dalam hubungan tidak selalu berakhir dengan suara keras.

Ada kalanya konflik justru berubah menjadi keheningan ketika salah satu pasangan berhenti berbicara dan menolak berkomunikasi.

Kondisi seperti ini dikenal sebagai silent treatment.

Namun, tidak semua sikap diam saat konflik dapat disebut silent treatment.

Seseorang tetap bisa mengambil waktu untuk menenangkan diri selama ia memberi tahu pasangannya bahwa percakapan akan dilanjutkan setelah emosinya lebih terkendali.

Psikolog Amelia Kelley, PhD, menjelaskan perbedaan tersebut.

Mengambil jarak bertujuan untuk mengatur emosi sebelum kembali membahas masalah, sedangkan silent treatment dapat membuat pasangan merasa ditolak, tidak aman, dan sengaja diabaikan.

Masalahnya, ketika menghadapi pasangan yang memilih diam, seseorang bisa tergoda melakukan hal yang sama.

Padahal, membalas diam dengan diam justru membuat persoalan semakin sulit diselesaikan.

"Tidak ada yang akan terselesaikan jika kalian berdua memutuskan untuk berhenti bicara sama sekali," ujar Kelley.

Baca Juga: Sekolah Gratis Dibahas, Nasib 12 Juta Siswa Madrasah Swasta Ikut Dipertaruhkan

Karena itu, respons terhadap silent treatment bukan berarti terus mengejar pasangan agar mau berbicara.

Kelley juga mengingatkan agar seseorang tidak buru-buru mengalah hanya demi mengakhiri suasana tidak nyaman.

"Menoleransi perilaku buruk tidak mendorong perubahan," katanya.

Alih-alih memaksa pasangan berbicara, seseorang dapat menjelaskan dampak perilaku tersebut terhadap dirinya.

Cara ini bisa dilakukan menggunakan "I statements", yaitu menyampaikan perasaan dan kebutuhan dari sudut pandang diri sendiri tanpa langsung menyerang pasangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.