Ini Dampak Negatif Media Sosial Pada Generasi Z, Kalian Wajib Tahu

AKURAT.CO - McKinsey Health Institute baru-baru ini melakukan penelitian tentang dampak teknologi dan media sosial pada generasi Z (Gen Z).
Dalam survei Global Gen Z tahun 2022 yang melibatkan lebih dari 42 ribu responden di 16 negara, penelitian ini menyoroti aspek mental, fisik, sosial, dan spiritual Gen Z.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki hubungan kompleks dengan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Mereka mengalami dampak seimbang antara positif (32%) dan negatif (27%) dari media sosial.
Ini berbeda dengan generasi lain yang lebih cenderung merasakan dampak positif yang lebih besar.
Misalnya, milenial memiliki 36% dampak positif dan 19% dampak negatif, sementara Gen X adalah 35% dan 14%, serta baby boomers sebanyak 34% dan 9%.
Baca Juga: Jadi Caleg DPRD DKI Dapil 9 Partai Golkar, Andri Santosa Incar Suara All Gen
Penelitian ini juga mengaitkan dampak negatif dengan waktu yang dihabiskan Gen Z di media sosial.
Mereka yang menghabiskan lebih dari 2 jam sehari di media sosial mengalami dampak negatif sebesar 31%, sementara yang kurang dari 2 jam hanya 24%.
"Efek negatif nampaknya paling besar bagi generasi muda, dengan dampak yang sangat nyata bagi Gen Z yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di media sosial dan Gen Z dengan kesehatan mental yang buruk," jelasnya dalam laporan, dikutip Senin (4/9/2023).
Menariknya, Gen Z juga merupakan kelompok yang paling sering menggunakan media sosial, dengan 35% dari mereka menghabiskan lebih dari dua jam di platform tersebut.
Mereka juga memimpin dalam hal seberapa sering mengecek media sosial, dengan 48% mengaku mengeceknya setiap hari.
Baca Juga: 10 Jenis Oversharing, Generasi Z Wajib Tahu!
Namun, saat datang ke unggahan postingan, Gen Z memiliki tingkat yang mirip dengan baby boomer, yaitu 9%. Sementara milenial memimpin dengan 12%, diikuti oleh Gen X dengan 10%.
Laporan juga mencatat bahwa Gen Z adalah generasi yang paling tinggi melaporkan kesehatan mental yang buruk, mencapai 18% secara global dan 21% di Indonesia.
Eropa dan Oseania melaporkan paling banyak dampak negatif dari media sosial, sedangkan di Asia dampak negatifnya lebih rendah.
"Responden Gen Z dari Eropa dan Oseania paling banyak melaporkan dampak negatif dari media sosial dan Asia yang paling kecil kemungkinannya (masing-masing 32% dan 19%)," tulisnya.
Penelitian ini mengungkap kompleksitas hubungan Gen Z dengan media sosial dan memahami dampaknya yang beragam pada berbagai aspek kehidupan mereka. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 8Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


