Fakta Jewelry Bonney Yang Jarang Diketahui Penggemar Manga One Piece, Diadaptasi dari Karakter Bajak Laut Abad Ke-18 asal Irlandia

AKURAT JAKARTA - Serial manga One Piece Chapter 1106 mengungkap titik balik nasib Jewelry Bonney dan Bartholomew Kuma yang berada di ujung tanduk setelah Saturnus menyerukan Buster Call kepada Pasifista.
Alih-alih mendengarkan perintah Saturnus, Pasifista justru berbalik arah memihak Jewelry Bonney!
Kenapa Pasifista bisa berbalik arah dukungan? Dikutip dari Comicbook.com, jawabannya ada pada Dr Vegapunk yang diam-diam memasang program Bonney yang memiliki kendali penuh atas diri Kuma dan para Pacifista lain.
Jewerly Bonny debut di manga One Piece pada Chapter 498, Episode 392. Dia merupakan seorang kapten bajak laut dari South Blue.
Saat debut di One Piece, Bonney adalah seorang gadis berusia 22 tahun yang rakus terhadap makanan, terutama pizza.
Anehnya, seberapa banyak pun Bonney mengkonsumsi makanan, tubuhnya tidak pernah menggemuk.
Meski memiliki selera makan yang buruk, Bonney sangat dihormati oleh anak buah.
Bonney memiliki ciri fisik berambut merah muda dengan mata cokelat.
Baca Juga: Mengenal Boa Hancock, Sosok Anime Paling Cantik dalam One Piece
Berkat buah iblis tipe paramecia, Bonney memiliki kemampuan memanipulasi usia untuk dirinya sendiri dan orang lain.
Di One Piece Chapter 1104, terungkap fakta Bonney ternyata anak angkat Bartholomew Kuma, seorang boneka Pemerintah Dunia yang dipandang tiran dan kejam.
Pertemuan antara Bonney dan Kuma terjadi di tengah pertempuran di Pulau Egghead di mana nyawa Bonney sedang terancam oleh Saturnus.
Kuma kemudian menolong Bonney dengan cara memukul Saturnus dengan tinju Haki.
Sebagai salah satu tokoh utama serial manga One Piece, karakter Bonney ternyata terinspirasi dari tokoh nyata.
Eiichiro Oda mengambil karakter Bonney dari kehidupan nyata bajak laut perempuan Irlandia abad ke-18, Anne Bonny, yang beroperasi di perairan Karibia.
Baca Juga: Iwan Fals Putuskan Netral di Pemilu 2024, Menolak Terkait dan Terikat Pasangan Capres Mana Pun
Dikutip dari Britannica.com, Anne Bonny lahir di Cork, Irlandia pada 1698 dan meninggal di Charleston, Carolina Selatan, Amerika Serikat, pada 25 April 1782.
Anne dianggap sebagai putri tidak sah dari pengacara Irlandia, William Cormac, dengan seorang pembantu yang bekerja di rumahnya.
Setelah berpisah dari istrinya, Cormac memboyong ibu Anne dan Anne Bonny ke Charles Towne yang berganti nama menjadi Charleston, Carolina Selatan.
Malang, ibu Anne meninggal karena demam tifoid saat putrinya berusia 13 tahun.
Pada 1718, Anne menikah dengan pelaut John Bonny dan bersama-sama melakukan perjalanan ke pulau New Providence di Bahamas. Di sana, John Bonny bekerja sebagai informan gubernur Bahama sekaligus prajurit Woodes Rogers.
Pada Agustus 1720, Anne Bonny meninggalkan suaminya kemudian membantu John "Calico Jack" Rackham membajak kapal dagang di sepanjang pantai Jamaika.
Pada masa itu, sangat tidak lazim ada seorang perempuan menjadi bajak laut mengingat anggapan umum bahwa kaum hawa hanya akan membawa sial di atas kapal.
Aksi bajak laut Bonny berlangsung hingga 15 November 1720 Negril Point, Jamaika.
Seluruh kru kapal ditangkap Kapten Jonathan Barnet termasuk Anne Bonny dan seorang perempuan bernama Mary Read yang belakangan bergabung menjadi bajak laut.
Baca Juga: Sukses Jaga Toleransi di Tangerang, Bang Zaki Terima Apresiasi dari Uskup Agung Jakarta
Mereka dibawa ke Spanish Town, Jamaika untuk diadili. Seluruh kru kapal laki-laki termasuk Rackham dijatuhi hukuman mati.
Sementara Bonny dan Read batal dijatuhi hukuman mati karena belakangan diketahui sedang mengandung.
Read meninggal di penjara pada tahun berikutnya, sementara Bonny, berkat pengaruh ayahnya, akhirnya dibebaskan.
Bonny kembali ke Charles Towne menjalani sisa hidup dengan menikah dan memiliki anak.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 3Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 8Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


