Jakarta

Gattuso Gantikan Spalletti: Harapan Baru Gli Azzurri Menuju Piala Dunia 2026

Saeful Anwar | 15 Juni 2025, 10:48 WIB
Gattuso Gantikan Spalletti: Harapan Baru Gli Azzurri Menuju Piala Dunia 2026

AKURAT JAKARTA - Italia kini resmi membuka lembaran baru di kursi kepelatihan. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memilih Gennaro Gattuso untuk menggantikan Luciano Spalletti yang baru saja didepak. 

Keputusan ini diumumkan oleh Gianluigi Buffon, kepala delegasi FIGC, dalam sebuah wawancara dengan RAI. 

Gattuso, yang dikenal lewat semangat juangnya saat masih aktif bermain, kini diharapkan membawa Gli Azzurri kembali ke pentas dunia—setelah absen di dua edisi terakhir Piala Dunia.

Baca Juga: Messi Gagal Menang di Laga Pembuka Piala Dunia Antarklub: Inter Miami Ditahan Imbang Al Ahly

“Kami telah bekerja, kami sekarang menunggu rincian akhir,” kata Buffon, dilansir dari ESPN pada Minggu (15/06).

“Presiden dan seluruh federasi mengalami hari-hari yang sibuk, tetapi saya pikir pada akhirnya kami membuat pilihan terbaik,” lanjutnya.

Spalletti sendiri hengkang setelah hanya 648 hari menjabat. 

Pertandingan terakhirnya berakhir dengan kemenangan 2-0 atas Moldova, namun keputusan untuk mundur diumumkan sehari setelah kekalahan memalukan 0-3 dari Norwegia dalam laga pembuka kualifikasi Piala Dunia.

Baca Juga: Wabup Tangerang Intan Nurul Tegaskan Siswa Tidak Diterima di SD dan SMP Negeri Jalur Zonasi, Bisa Masuk Sekolah Swasta Gratis

Gattuso bukanlah sosok asing bagi publik Italia. Ia tampil 73 kali untuk tim nasional dan merupakan bagian penting dari skuad juara dunia 2006. Sebagai pelatih, rekam jejaknya beragam. 

Setelah pensiun, ia memulai karier manajerial di klub Swiss, Sion, sebagai pelatih merangkap pemain. 

Namun, debutnya tidak berjalan mulus dan ia dipecat usai hanya meraih dua kemenangan dari 10 laga.

Meski begitu, Gattuso terus melatih berbagai tim di Eropa—termasuk AC Milan, Napoli, dan Marseille. 

Gelar pertamanya sebagai pelatih datang bersama Napoli, ketika ia memenangkan Coppa Italia 2020. 

Terakhir, ia melatih Hajduk Split dan berpisah secara damai setelah timnya finis ketiga di Liga Kroasia.

Baca Juga: Prediksi Skor Bayern Munchen vs Auckland City di Piala Dunia Antarklub, 15 Juni 2025: Ujian Berat Sang Raja Oseania

Sebelum nama Gattuso menguat, Claudio Ranieri sempat dipertimbangkan sebagai opsi utama. 

Namun pelatih gaek itu memilih menolak tawaran FIGC dan melanjutkan perannya sebagai penasihat senior di AS Roma.

Kini, di usia 47 tahun, Gattuso akan menghadapi tantangan besar: membawa Italia ke Piala Dunia 2026. 

Tugas ini bukan sekadar membangun skuad, tapi juga memulihkan kebanggaan nasional setelah dua kegagalan beruntun di kualifikasi.

Di luar statistik dan pencapaiannya, Gattuso dikenal karena kemitraannya dengan Andrea Pirlo di lini tengah Italia dan AC Milan. 

Meski tidak memiliki teknik murni seperti Pirlo, Gattuso terkenal karena etos kerja, agresivitas, dan kepemimpinan. 

Ia kerap memakai ban kapten Milan usai pensiunnya Paolo Maldini, menunjukkan besarnya kepercayaan yang ia raih selama kariernya.

Baca Juga: Gratis! Akhir Pekan Ini Nonton Festival Teater Tradisional 2025 di Gedung Kesenian Jakarta, Menampilkan Cerita Rakyat Khas Betawi

FIGC berharap semangat dan karakter Gattuso sebagai pemain dapat menular ke generasi baru Gli Azzurri. 

Meski belum dikenal sebagai pelatih dengan segudang trofi, gaya keras dan tanpa kompromi Gattuso mungkin menjadi energi baru yang dibutuhkan Italia saat ini.

Gattuso datang dengan tantangan besar dan ekspektasi tinggi. FIGC, melalui Buffon, sudah menaruh kepercayaan penuh. 

Kini, publik menanti—bisakah sang legenda bangkitkan kembali kejayaan Italia di pentas dunia? (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.