Zaki Iskandar Ungkap 3 Kunci Timnas U-23 Kalahkan Korea Selatan

AKURAT JAKARTA - Manajer timnas U-23 Indonesia, Ahmad Zaki Iskandar, membocorkan tiga kunci penting yang harus dipegang teguh oleh Garuda Muda saat menghadapi Korea Selatan.
Menurutnya, dengan mempraktikkan tiga hal ini, Indonesia sangat mungkin mengulang sejarah dengan mengalahkan juara Piala Asia U-23 2020 tersebut.
Tiga kunci yang terus ditekankan Zaki di ruang ganti adalah fokus, konsentrasi, dan disiplin.
Baca Juga: Bang Zaki Ungkap Suasana Ruang Ganti Garuda Muda: Bukan Gentar, Tapi Semangat Membara
"Pertandingan besok itu penting sekali. Maka dari itu, semua harus benar-benar mencurahkan semangatnya kepada laga besok," ujarnya.
Dia menegaskan tekad tim untuk memberikan yang terbaik. Zaki menyadari kekuatan Korea Selatan yang luar biasa, terbukti dengan 12 gol yang mereka cetak tanpa kebobolan sejauh ini.
Dengan produktivitas tersebut, mereka termasuk dalam enam tim tersubur di babak kualifikasi, bersama Yordania (17 gol), Australia (20 gol), Cina (12 gol), Qatar (15 gol), dan Uni Emirat Arab (15 gol).
Baca Juga: Laga Hidup Mati Timnas U-23 Indonesia Malam Ini Pukul 19.30, Bang Zaki: Wajib Kalahkan Korea Selatan
Meski demikian, Zaki menegaskan timnya menolak menyerah sebelum peluit akhir berbunyi.
"Kita tahu Korea bisa membukukan gol yang banyak sekali. Mereka juga punya pemain belakang yang solid dan ini menjadi tantangan," katanya.
"Tapi kita harus optimistis, bola itu bundar. Kita pasti punya peluang."
Optimisme Indonesia bukan tanpa alasan. Mereka pernah mengukir sejarah manis dengan menyingkirkan Korea Selatan di perempat final Piala Asia U-23 2024.
Kala itu, Garuda Muda memenangkan drama adu penalti 11-10, Pratama Arhan mencetak gol penentu yang membawa Indonesia melaju ke semifinal sebagai tim debutan.
Dari 23 pemain yang dibawa pelatih Vanenburg di kualifikasi ini, tujuh di antaranya adalah alumni Piala Asia U-23 2024.
Mereka adalah Arkhan Fikri, Rafael Struick, Hokky Caraka, Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, Daffa Fasya, dan Rayhan Hannan.
Khusus untuk Rafael Struick, ia memiliki kenangan indah saat menghadapi Korea Selatan, di mana ia mencetak dua gol pada waktu normal yang berakhir 2-2.
Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh tim untuk kembali mengukir sejarah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



