Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Atalanta di UCL, 27 November 2025: Adu Performa Kontras di Deutsche Bank Park

AKURAT JAKARTA - Eintracht Frankfurt dan Atalanta sama-sama memasuki matchday kelima fase liga UEFA Champions League (UCL) 2025-2026 dengan situasi yang sangat berbeda.
Pertemuan pertama dalam sejarah kedua klub ini menjadi panggung penting bagi perebutan posisi 24 besar, terlebih dengan kontrasnya momentum: Frankfurt sedang naik daun dengan rekor tak terkalahkan, sementara Atalanta justru kesulitan menjaga konsistensi di bawah pelatih baru Raffaele Palladino.
Pertandingan pada Kamis 27 November 2025 pukul 03.00 WIB ini, diprediksi menyajikan duel penuh tekanan dan bisa menjadi penentu arah langkah kedua tim di kompetisi Eropa musim ini.
Preview
Frankfurt memasuki laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah bangkit dari keterpurukan.
Mereka sebelumnya menelan kekalahan 5-1 secara beruntun di Champions League dan sempat terlihat akan kehilangan arah dalam kampanye Eropa.
Namun setelah menang 5-1 atas Galatasaray di pertandingan pembuka, mereka memang dihajar Atletico Madrid dan Liverpool, sebelum berhasil menahan Napoli 1-1 pada laga terakhir.
Di San Paolo, Napoli menciptakan 18 peluang, tetapi Die Adler tampil disiplin untuk mengamankan satu poin krusial yang menjaga mereka dalam persaingan 24 besar.
Kebocoran pertahanan Frankfurt sempat menjadi masalah besar—23 kebobolan dari delapan pertandingan—tetapi dua clean sheet beruntun menunjukkan stabilitas mulai pulih.
Usai jeda internasional, laga domestik mereka kembali penuh drama, tetapi kemenangan 4-3 atas Koln menegaskan ketajaman lini serang.
Arthur Theate dan Mahmoud Dahoud menjadi pembalik keadaan setelah sempat tertinggal cepat, sementara Jonathan Burkardt mengukuhkan statusnya sebagai tumpuan utama dengan dua gol penentu.
Frankfurt kini duduk di peringkat keenam Bundesliga dan telah mencetak minimal dua gol dalam sembilan pertandingan musim ini.
Atalanta datang dengan situasi sebaliknya. Mereka baru saja meraih kemenangan penting di Eropa pada matchday terakhir, saat Lazar Samardzic mencetak gol spektakuler untuk menumbangkan Marseille di Velodrome.
Hasil itu membuat La Dea mengoleksi tujuh poin dan tetap dalam persaingan menuju babak playoff.
Konsistensi mereka di kompetisi UEFA juga cukup baik, dengan hanya dua kekalahan dari 18 laga grup terakhir—serta delapan clean sheet dalam 13 laga fase grup atau liga UEFA sejak musim lalu. Hanya Inter, Arsenal, dan PSG yang mencatat lebih banyak nirbobol.
Namun perjalanan domestik Atalanta jauh lebih bergejolak. Minim kemenangan dan rentetan hasil imbang membuat Ivan Juric didepak, lalu digantikan Raffaele Palladino.
Setelah membawa Fiorentina menembus semifinal Conference League, Palladino diharapkan menghadirkan stabilitas, tetapi kekalahan 3-1 dari Napoli akhir pekan lalu membuat mereka turun ke posisi ke-13 Serie A.
Gol hiburan Gianluca Scamacca menjadi sedikit titik terang, tetapi masalah mereka masih jauh dari selesai.
Melihat dari empat pertandingan UCL musim ini, Atalanta telah memenangkan dua laga dan unggul tiga poin dari Frankfurt.
Namun momentum Die Adler lebih meyakinkan: empat laga terakhir di semua kompetisi tak tersentuh kekalahan, termasuk dua kemenangan pekan lalu.
Sebaliknya, Atalanta mengalami tiga kekalahan dari empat laga terakhir, dengan pertahanan rentan pada babak pertama.
Frankfurt dan Atalanta akan berjumpa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Meskipun demikian, rekam jejak pertemuan masing-masing dengan klub negara lawan memberi gambaran menarik.
Frankfurt belum pernah menang dalam empat duel terakhir mereka melawan tim Italia dan menelan tiga kekalahan.
Sebaliknya, Atalanta hanya kalah dua kali dari sepuluh laga terakhir menghadapi wakil Jerman, dengan lima kemenangan.
Di Deutsche Bank Park, Frankfurt tampil solid musim ini dengan delapan laga kandang yang menghasilkan empat kemenangan.
Atalanta, di sisi lain, hanya mengemas satu kemenangan sejak Oktober, yang kebetulan juga lahir di kancah Champions League saat mengalahkan Marseille.
Dalam urusan pertahanan, Frankfurt lebih rapuh dengan 11 kebobolan di UCL—enam lebih banyak dari Atalanta.
Baca Juga: PSSI Dorong Regenerasi, Manajer Timnas U-17 Zaki Iskandar: Bagian Reformasi Sepak Bola
Prediksi Starting XI
Frankfurt dipastikan masih tanpa Can Uzun yang belum pulih dari cedera otot paha dan telah melewati tiga pertandingan terakhir. Hugo Larsson dan Oscar Hojlund juga belum bisa diturunkan.
Dengan absennya Uzun, Mario Gotze menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi gelandang serang.
Elye Wahi dan Jean-Matteo Bahoya tersedia sebagai opsi, tetapi Burkardt diprediksi tetap menjadi ujung tombak utama.
Di kubu Atalanta, Gianluca Scamacca kemungkinan kembali memimpin lini depan setelah mencetak gol dari bangku cadangan di Napoli.
Catatan delapan gol dari 12 penampilan Eropa menjadikan Scamacca ancaman serius.
Samardzic, pencetak dua gol UCL musim ini, akan bersaing dengan Mario Pasalic, Charles De Ketelaere, dan Ademola Lookman untuk posisi gelandang serang.
Atalanta hanya kehilangan Mitchel Bakker, sedangkan Giorgio Scalvini sudah hampir pulih dari cedera.
Perkiraan susunan pemain:
• Eintracht Frankfurt (4-2-3-1): Zetterer; Collins, Koch, Theate, Brown; Dahoud, Chaibi; Doan, Gotze, Knauff; Burkardt.
• Atalanta (3-4-2-1): Carnesecchi; Djimsiti, Hien, Kossounou; Bellanova, De Roon, Ederson, Zappacosta; De Ketelaere, Lookman; Scamacca.
Baca Juga: Rekrutmen Berbasis Merit, Rektor UI Umumkan 9 Dekan dan Direktur Vokasi Periode 2025–2029
Prediksi Skor
Frankfurt sedang berada dalam kondisi mental dan momentum yang lebih stabil.
Mereka tampil produktif, solid di kandang, dan memiliki alur permainan yang mulai menemukan kembali keseimbangannya.
Atalanta memang kuat di Eropa dan masih punya potensi ledakan dari Scamacca dan Samardzic, tetapi transisi kepelatihan serta ketidakkonsistenan domestik membuat mereka rawan kebobolan terutama di awal laga.
Dengan performa Frankfurt yang semakin rapi, laga ketat ini berpotensi dimenangkan tuan rumah.
Prediksi skor: Eintracht Frankfurt 2-1 Atalanta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






