PSSI Tidak Ingin Keliru Lagi Pilih Pelatih, Mantan Pemain Bintang Bukan Jaminan Bagus

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menegaskan, tidak ingin lagi mengambil keputusan yang keliru dalam pemilihan pelatih kepala Skuad Garuda.
Rekam jejak kepelatihan kini menjadi faktor utama dan penentu, menggantikan nama besar atau reputasi sebagai mantan pemain top dunia.
"Yang pertama pasti kita lihat rekam jejaknya. Minimal CV-nya seperti apa," ujar Amali dalam wawancara wartawan belum lama ini.
Belajar dari Patrick Kluivert
Amali secara terbuka menyebut pengalaman singkat bersama Patrick Kluivert sebagai pelajaran berharga bagi federasi.
Pelatih asal Belanda yang memiliki nama besar di Eropa itu hanya delapan bulan menangani Timnas Indonesia sebelum berpisah pada Oktober 2025, setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Meskipun Kluivert adalah mantan pemain top, Amali menekankan bahwa karier kepelatihannya harus menjadi tolok ukur utama.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 1 Desember 2025, Waspadai Hujan Disertai Petir
"Jangan karena dia mantan pemain hebat lalu dianggap otomatis jadi pelatih hebat. Kami sudah punya pengalaman dengan Patrick Kluivert. Jadi itu tentu menjadi catatan," tegas Amali.
PSSI ingin memastikan bahwa keputusan kali ini dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan Timnas.
5 Kandidat Masuk Radar dan Target Jelas
Amali mengungkapkan bahwa sudah ada lima kandidat pelatih yang masuk radar PSSI. Untuk mempercepat proses, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, dijadwalkan terbang ke Eropa untuk melakukan wawancara langsung dengan para calon.
PSSI juga memastikan bahwa setiap pelatih yang terpilih nantinya harus siap menerima dan memenuhi target yang ditetapkan oleh federasi. Kejelasan target ini dinilai penting untuk menjamin akuntabilitas dan kinerja.
"PSSI pasti punya target. Tidak bisa dilepas begitu saja, melatih tanpa target. Nanti kalau target tidak tercapai, ya kontrak sudah bicara: Anda tidak perform," ucapnya.
Menurut Amali, kejelasan target ini krusial agar pelatih memahami ekspektasi sejak awal dan siap menghadapi evaluasi kinerja sesuai perjanjian kontrak. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







