Eks Manajer Timnas Ahmed Zaki Soroti Tantangan Transisi Pemain U-20 ke Tingkat Senior

AKURAT JAKARTA – Mantan Manajer Tim Nasional Indonesia, Ahmed Zaki Iskandar, menyoroti besarnya tantangan transisi yang dialami para pemain sepak bola muda tanah air.
Terutama ketika melangkah dari jenjang kelompok umur U-20 menuju tingkat senior atau profesional.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube, Zaki menilai stok pemain di kategori U-17 hingga U-20 sejatinya sangat melimpah.
Baca Juga: Ahmed Zaki Hadiri Grand Launching, GSI Gandeng Persita Cari Pemain Muda Berbakat
Namun, persoalan utama kerap muncul ketika para pemain memasuki usia 20 tahun ke atas, di mana mereka dituntut membuktikan kualitas secara individu untuk dapat bersaing di kompetisi profesional.
"Biasanya pemain dari U-17 ke U-20 itu stok kita banyak luar biasa. Di usia itu menjadi tantangan bagi para pemain secara individu," ujar Zaki.
Menjawab isu perlunya wadah kompetisi perantara seperti kategori U-23, Zaki berpandangan bahwa pemain yang lepas dari usia U-20 idealnya sudah siap dikategorikan sebagai pemain dewasa.
Hal ini juga sejajar dengan tren sepak bola internasional, di mana para pemain muda bertalenta sudah mampu menembus tim utama di level klub maupun negara.
Dia mencontohkan beberapa nama pemain muda dunia yang sukses bersinar di usia remaja, seperti Lamine Yamal di Timnas Spanyol yang baru berusia 18 tahun, jajaran talenta muda Timnas Argentina, hingga nama Pau Esposito di Inter Milan.
Menurutnya, keberhasilan para pemain tersebut tidak lepas dari program pembinaan usia dini yang matang.
Di sisi lain, Zaki tidak menampik bahwa ruang bagi para pemain muda lokal untuk mendapatkan menit bermain di dalam negeri terbilang sangat ketat.
Kebijakan regulasi penggunaan pemain asing di Liga 1 menjadi salah satu faktor penentu ketatnya persaingan di skuad utama maupun di bangku cadangan.
Kondisi kompetisi tertinggi tanah air yang menuntut hasil instan membuat klub-klub lebih mempercayakan posisi krusial kepada pemain berpengalaman dan legiun asing.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini kembali kepada mentalitas dan kualitas individu setiap pemain muda Indonesia untuk mampu meningkatkan kapasitas diri agar sanggup bersaing secara sehat di level tertinggi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Bayern Munich vs Union Berlin di Bundesliga, 19 September 2026: Mampukah Die Eisernen Tahan Gempuran Tuan Rumah?
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





