Cuma Rp 688 Juta! Jetour T2 i-DM Lebih Menggiurkan dari CR-V Hybrid, Kabin Makin Lapang, Desain Mantap!

AKURAT JAKARTA - Pasar SUV hybrid di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya berbagai model yang menawarkan teknologi elektrifikasi dan desain modern. Salah satu pendatang yang menarik perhatian adalah Jetour T2 i-DM, SUV plug-in hybrid (PHEV) yang memadukan desain boxy bergaya off-road dengan interior lapang dan fitur modern.
Dibanderol Rp 688 juta, mobil ini menawarkan alternatif bagi konsumen yang menginginkan SUV berkarakter petualang tanpa mengesampingkan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
Kehadiran Jetour T2 i-DM juga membuka perbandingan dengan Honda CR-V Hybrid yang lebih dahulu dikenal di segmen SUV elektrifikasi. Keduanya memiliki daya tarik tersendiri, tetapi Jetour T2 i-DM menonjol melalui tampilan eksterior yang tegas dan karakter kabin yang dirancang untuk menunjang perjalanan bersama keluarga. Lantas, apa saja keunggulan yang ditawarkan SUV PHEV ini dengan harga Rp 688 juta?
Jetour T2 i-DM hadir dalam satu varian dengan lima pilihan warna. Kombinasi harga dan konsep desainnya menjadi daya tarik bagi konsumen yang mencari SUV dengan tampilan berbeda dari kendaraan keluarga pada umumnya. Bodi mengotak dengan garis tegas memberikan kesan kokoh, sedangkan karakter off-road membuatnya terlihat siap menemani perjalanan di luar rutinitas perkotaan.
Meski memiliki penampilan seperti SUV petualang, daya tarik Jetour T2 i-DM tidak hanya terletak pada desain eksterior. Mobil ini menggunakan teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV, yang menggabungkan sistem penggerak elektrifikasi dengan mesin pembakaran. Teknologi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa model ini menarik untuk dipertimbangkan di tengah meningkatnya pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Namun, untuk menilai efisiensi bahan bakar dan kemampuan berkendaranya secara lebih akurat, diperlukan data teknis seperti kapasitas baterai, tenaga gabungan, jarak tempuh dalam mode listrik, dan konsumsi bahan bakar. Informasi tersebut belum tersedia dalam referensi yang digunakan, sehingga perbandingan performa Jetour T2 i-DM dengan Honda CR-V Hybrid belum dapat ditarik secara menyeluruh.
Masuk ke bagian interior, Jetour T2 i-DM menghadirkan dashboard simetris dengan garis desain tegas. Penggunaan material berkualitas tinggi yang dipadukan dengan aksen jahitan kontras memberikan kesan premium sekaligus mempertahankan karakter tangguh kendaraan. Desain ini membuat interiornya terasa selaras dengan tampilan eksterior yang mengusung gaya SUV modern bernuansa off-road.
Pengemudi mendapatkan lingkar kemudi flat-bottom berlapis kulit yang dilengkapi tombol multifungsi. Di balik setir terdapat panel instrumen digital layar sentuh untuk menampilkan informasi kendaraan. Sementara itu, layar head unit berukuran besar dengan desain floating display menjadi pusat pengaturan hiburan, konektivitas, dan berbagai fungsi kendaraan.
Kesan modern semakin terlihat pada bagian konsol tengah. Jetour T2 i-DM menggunakan tuas transmisi berbentuk joystick dengan tampilan menyerupai kristal, serta kenop putar untuk memilih mode berkendara. Fitur wireless charger juga tersedia untuk memudahkan pengisian daya ponsel tanpa perlu menggunakan kabel.
Meski begitu, ada beberapa catatan pada area konsol tengah. Tampilan simbol dan kontrol dinilai kurang kontras ketika terkena sinar matahari langsung, sehingga pengguna mungkin perlu melihatnya lebih saksama.
Selain itu, port pengisian daya kabel yang terletak di bagian bawah konsol cukup sulit dijangkau dari posisi pengemudi. Hal ini menjadi detail yang patut diperhatikan ketika mencoba mobil secara langsung.
Salah satu keunggulan Jetour T2 i-DM yang menarik untuk keluarga adalah ruang kabinnya. Baris kedua menawarkan ruang kaki atau legroom dan ruang kepala atau headroom yang lapang. Ruang tersebut memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk duduk lebih nyaman, terutama saat kendaraan digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






